Show simple item record

dc.contributor.authorMuhammad Azmi, 02512079
dc.date.accessioned2020-06-02T07:59:09Z
dc.date.available2020-06-02T07:59:09Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20926
dc.description.abstractDewasa ini perkembangan desain gratis di Yogyakarta mengalami peningkatan yang pesat. Perkembangan akan desain gratis ini dikarenakan akan begitu pentingnya arti desian gratis sebagai media ( tipografi / tulisan ) yang dianggap paling efektif untuk menyampaikan suatu gagasan desain maupun pesan dalam produk. Didukung dengan hadirnya percetakan, sebuah bidang usaha yang senantiasa membantu terwujudnya penyampaian gagasan desain yang dihasilkan dari desainer gratis. Yogyakarta mempunyai memiliki potensi yang sangat baik sebagai tempat untuk didirikan sebuah wadah pelayanan untuk jasa desain dan percetakan. Biro Desain Gratis dan Percetakan di Yogyakarta merupakan suatu alternatife bentuk pelayanan terpadu dalam jasa pembuatan desain hingga proses percetakannya. Berangkat dari desain grafis ini, Tipografi menjadi unsure utama untuk dirumuskan menjadi konsep - konsep perancangan selanjutnya. Permasalahan utama dalam perancangan ini terletak integrasi antara 2 kegiatan yang berbeda dalam arti kegiatan desain membutuhkan ruang - ruang kecil dengan suasana nyaman maupun tenang, sedangkan percetakan cenderung memiliki karakter ruang - ruang besar dengan skala aktivitas yang tinggi dan bising. Selain itu, citra bangunan juga penting untuk memenuhi karakteristik sebagai sebuah biro desain percetakan. Perencanaan Pusat Desain Grafis dan Percetakan menekankan pada peningkatan kualitas ruang dan sirkulasi sebagai upaya peningkatan produksi dan pelayanan konsumen yang disajikan dalam penataan ruang dan sirkulasinya serta mengedepankan integrasi proses kegiatan antara kelompok desain grafis yang dianggap sebagai suatu kegiatan yang kreatif dan kelompok percetakan sebagai kelompok yang normatif, sedangkan pada pencitraan bangunan menggunakan warna cyan, magenta, yellow dan black ( CMYK ) yang oleh para desainer digunakan sebagai warna pokok untuk membuat berbagai macam warna. Hasil dari perancangan Pusat desain Grafis dan Percetakan ini telah merumuskan pola penataan ruang dan sirkulasi menjadi sebuah prioritas untuk meningkatkan proses produksi dan kenyamanan konsumen yang selanjutnya dijadikan patokan untuk memasukkan unsur - unsur arsitektural ke dalam bangunan baik secara fungsi bentuk, bentuk maupun struktural.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBiro Desain Grafis dan Percetakanen_US
dc.subjectTata Ruang dan Sirkulasien_US
dc.subjectMengintegrasikan Ruangen_US
dc.subjectDesain Grafisen_US
dc.subjectRuang Percetakanen_US
dc.subjectMenciptakan Efisiensi Ruangen_US
dc.titleBiro Desain Grafis dan Percetakan di Yogyakarta Penekanan pada Tata Ruang dan Sirkulasi Sebagai Upaya mengintegrasikan Ruang Desain Grafis dengan Ruang Percetakan untuk Menciptakan Efisiensi Ruangen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record