• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Re - Desain Pasar Wameo sebagai TPI dan Pasar Wisata di Kab. Buton - Sulawesi Tenggara Berdasarkan Transformasi Bentuk dari Filsafat Hidup dan Motto Masyarakat Buton "Bolimo karo somanamo lipu"

    Thumbnail
    View/Open
    97512184 Seko Kaimuddin Haris.pdf (4.667Mb)
    Date
    2001
    Author
    Seko Kaimuddin Haris, 97512184
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peningkatan jumlah penduduk di Kab. Buton dari tahun ketahun mengalami kenaikan, hal ini disebabkan oleh letak geografisnya yang merupakan daerah kepulauan dan kota pelabuhan yang memiliki sejarah budaya masa lalu serta potensial untuk dikunjungi. Seiring dengan hal tersebut diatas kebutuhan akan rumah tinggal, makanan pokok/kebutuhan sehari-hari, tempat untuk berekreasi pun ikut menjadi imbas dari peningkatan tersebut. Sehingga perlu adanya pemenuhan sarana dalam hal ini pasar Wameo yang menjadi jantung perdagangan di Kec. Betoambari. Pasar ini selain untuk pemenuhan kebutuhan, juga dapat meningkatkan perekonomian disekitarnya dan sebagai daerah rekreasi, dengan penekanan tampilan fisik berdasarkan pedekatan budaya, arsitektur tradisional dan adaptif dengan lingkungannya. Pasar Wameo terletak di Kec. Betoambari yang jaraknya dari pusat kota ± 2 Km dengan jarak tempuh ± 10 menit. Potensi yang menjadi daya tariknya adalah TPI dan tempat penjualan barang eks impor (sebagai pasar wisata) yang banyak dan sering dikunjungi setiap harinya baik oleh penduduk asli maupun para pendatang. Sebagai daerah yang memiliki warisan budaya, masyarakat asli sangat menjunjung tinggi dan menjaga keutuhan budaya tersebut, mis. dengan menggunakan bentuk-bentuk rumah adat pada bagian rumahnya yang berdasarkan tata cara dan norma-norma yang telah lama diterapkan oleh orang-orang terdahulunya. Ciri khas dari rumah adat Buton yang berbentuk panggung yaitu dengan atap pelana yang bersusun dua dan terdapat naga dan nanas diatasnya. Analisis dilakukan dengan wawancara kepada orang/pihak yang mengetahui pasti tentang sejarah Buton dan kondisi pasar Wameo, serta pengamatan langsung ketempat-tempat sejarah budaya dan pasar Wameo tersebut. Aspek kultural, aspek natural dan aspek visual, dijadikan sebagai patokan dalam menganalisis kondisi fisik ataupun non fisik budaya masyarakat Buton dan kondisi alam setempat, untuk mendapatkan konsep bentuk visual dan tata ruang. Konsep perencanaan dan perancangan bangunan pasar Wameo dengan fungsi sebagai TPI dan pasar wisata, juga sebagai tempat rekreasi pantai. Bentukan-bentukan yang digunakan berdasarkan hasil analisis, mis. dengan bentuk atap yang bersusun, bentuk dasarnya segi empat dan segi tiga, terdapat bukaan dengan repetisi, ekspose kolom sebagai kekuatan dari rumah panggung, dll.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/19596
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV