Show simple item record

dc.contributor.advisorHangga Fathana S.IP., B.Int.St., M.A.
dc.contributor.authorMila Rizki Utami, 15323009
dc.date.accessioned2020-02-26T06:14:56Z
dc.date.available2020-02-26T06:14:56Z
dc.date.issued2019-11-13
dc.identifier.urihttp://dspace.uii.ac.id/123456789/18429
dc.description.abstractPopulisme di Amerika Latin mulai muncul ke permukaan pada abad ke- 19. Rafael Correa merupakan salah seorang populis. Correa mulai menunjukan jiwa populis pada tahun 2000 saat membantu gerakan warga pribumi Ekuador yang tergabung dalam Confederation of Indigenous Nationalities of Ecuador (CONAIE). Correa membantu CONAIE dalam membrantas korupsi yang ada di Ekuador karena maraknya sistem politik Liberalisme. Pada akhirnya Correa mencalonkan dirinya sebagai presiden Ekuador pada tahun 2006 dan menjabat selama dua periode yaitu pada periode pertama tahun 2007-2013 dan periode kedua pada tahun 2013-2017. Selama menjalankan kepemimpinannya, Correa mendengarkan keluh kesah warga negaranya dengan keadaan ekonomi Ekuador yang terpuruk. Selama menjabat, Correa ingin menggapai kesetaraan di Ekuador, sehingga dirinya lebih cenderung untuk mendengarkan warga miskin di negaranya. Correa menjanjikan kesejahteraan Ekuador kepada pengikutnya dengan syarat para pengikutnya harus mendukung segala kebijakan yang diambil, sehingga kepemimpinan Correa pada akhirnya mengarah pada rezim otoriter.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkuadoren_US
dc.subjectPopulismeen_US
dc.subjectRafael Correaen_US
dc.subjectwarga miskinen_US
dc.subjectrezim otoriteren_US
dc.titlePOLITIK POPULISME PRESIDEN RAFAEL CORREA DI EKUADOR PADA PERIODE 2013-2017en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record