• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Masjid di Yogyakarta Bagaimana Perancangan Masjid di Yogyakarta dengan Pendekatan Arsitektur Islam

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (55.84Kb)
    02 preliminari.pdf (141.0Kb)
    03 daftar isi.pdf (95.00Kb)
    04 abstract.pdf (111.1Kb)
    05.1 bab 1.pdf (418.2Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.487Mb)
    05.3 bab 3.pdf (488.7Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (57.31Kb)
    Date
    2003
    Author
    Darmono, Nuri Wahyu Imam
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masjid adalah tempat suci, bersuasana damai dan tenang, dan adanya kegiatan - kegiatan yang berhubungan dengan ibadah dan muamalah. Sedangkan kebudayaan adalah manifestasi amalan taqwa. Sehingga kebudayaan sangat berpengaruh pada perkembangan masjid. Masjid mengalami perkembangan dalam hal bentuk dan bangunan. Dan segala perkembangan yang terjadi tidak terlepas dari manifestasi suatu perwujudan yang melambangkan ke-Esaan Allah SWT. Sedangkan pengaruh - pengaruh dalam perkembangan masjid terjadi dari faktor budaya pada lingkungan berdirinya masjid tersebut. Budaya Jawa merupakan salah satu budaya yang juga berpengaruh pada perkembangan masjid di Jawa selain unsur - unsur dari budaya Arab maupun dari bangsa - bangsa yang pernah menduduki Indonesia khususunya pulau Jawa. Dalam hal ini pengaruh budaya yang terdapat pada masjid di Jawa memiliki suatu kesamaan dan ciri - ciri yang dapat membedakan masjid di Jawa dengan masjid di daerah lain. Pengaruh orientasi makro-kosmos terhadap perletakan masjid merupakan ciri- ciri beberapa masjid di Jawa. Dapat terlihat beberapa kesamaan dalam hal perletakan masjid, orientasi masjid dan pembentukan lingkungan disekitar masjid. Dari analisis tersebut manjadi dasar dalam penataan sirkulasi lingkungan berdirinya Masjid di Yogyakarta. Selain itu pengaruh budaya di Jawa lainnya seperti Saka Guru sebagai tiang utama masjid dan atap tajuk tumpang tiga dituangkan dalam desain bangunan Masjid di Yogyakarta. Masjid juga mengalami perkembangan dari segi bentuk dan fasade bangunan. Dalam hal ini akan dipadukan dengan geometris yang lazim dipakai pada arsitektur Masjid. Perpaduan tersebut menggambarkan suatu perkembangan masjid dimana faktor budaya tetap dipertahankan sebagai bentuk pelastarian budaya. Dari hasil perpaduan antara pengaruh budaya Jawa yang terdapat pada masjid dengan geometris pada arsitektur Masjid dihasilkan suatu konsep penataan, bentuk, struktur dan fasade bangunan yang bisa mentransformasikan suatu perkembangan masjid dengan tetap mempertahankan pengaruh budaya yang ada. Sehingga sebagai proses dari pelestarian budaya dan perpaduan dengan geometris dalam arsitektur masjid dimana secara keseluruhan adalah merupakan proses perkembangan Arsitektur Islam.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1736
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV