• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pandangan Ahli Hukum Islam Yogyakarta tentang Pelaksanaan Wasiat Wajibah Bagi Ahli Waris Non Muslim di Pengadilan Agama Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (119.7Kb)
    03 daftar isi.pdf (90.67Kb)
    04 abstract.pdf (186.3Kb)
    05. 1 bab 1.pdf (280.7Kb)
    05. 2 bab 2.pdf (460.9Kb)
    05. 3 bab 3.pdf (100.8Kb)
    05. 4 bab 4.pdf (330.6Kb)
    05. 5 bab 5.pdf (153.3Kb)
    06. daftar pustaka.pdf (146.0Kb)
    06. daftar pustaka.pdf (146.0Kb)
    07. 1 lampiran 1.pdf (201.3Kb)
    07. 2 lampiran 2.pdf (24.89Kb)
    07. 3 lampiran 3.pdf (88.50Kb)
    07. 4 lampiran 4.pdf (88.40Kb)
    07. 5 lampiran 5.pdf (100.1Kb)
    07. 6 lampiran 6.pdf (162.7Kb)
    08. naskah publikasi.pdf (456.6Kb)
    Date
    2019-08-02
    Author
    Azka Azkiya, 15421123
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Maraknya pernikahan beda agama di Indonesia dapat menjadi pemicu bagi terhalangnya hak saling waris-mewarisi. Pengadilan agama dalam memutuskan perkara ahli waris non muslim ini menggunakan wasiat wajibah. Walaupun dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) wasiat wajibah tidak diberikan kepada ahli waris non muslim, namun hakim menggunakannya untuk mengadili perkara ahli waris non muslim tersebut. Dalam hal ini, terlihat jelas bahwa beda agama merupakan salah satu penghalang kewarisan. Namun dalam praktiknya, terjadi ketidakadilan diantara ahli waris non muslim dan muslim. Seperti contoh pada kasus tentang perkara waris yang tertulis dalam putusan Mahkamah Agung bahwasanya pada proses pengambilan putusannya berdasarkan adanya pertimbangan mengenai sudut pandang dimana ahli waris non muslim dapat memperoleh hak waris nya melalui wasiat wajibah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai pandangan ahli hukum Islam (Dosen, Praktisi hukum Islam (Ulama) dan Hakim) tentang pelaksanaan wasiat wajibah bagi ahli waris non muslim khususnya di Pengadilan Agama Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Wasiat wajibah bagi ahli waris non muslim ini tidak boleh dilakukan atau tidak dapat diberikan. Hal ini dikarenakan, ahli waris non muslim tidak termasuk dalam aṣabul furuḍ dan wasiat wajibah bagi ahli waris non muslim ini tidak diatur di dalam Alquran atau pun di dalam Hadist. Karena sudah dijelaskan oleh jumhur praktisi hukum Islam (Ulama) bahwa seorang muslim dan non muslim tidak dapat saling mewarisi dikarenakan adanya penghalang syar’i.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/16919
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV