• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGELOMPOKKAN DAMPAK BENCANA TANAH LONGSOR DI INDONESIA MENGGUNAKAN KOHONEN SELF ORGANIZING MAPS (SOM)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (245.9Kb)
    01.0 cover.jpg (1.861Mb)
    02 preliminari.pdf (918.2Kb)
    03 daftar isi.pdf (267.3Kb)
    04 abstract.pdf (121.6Kb)
    05.1 bab 1.pdf (339.5Kb)
    05.2 bab 2.pdf (315.8Kb)
    05.3 bab 3.pdf (1.309Mb)
    05.4 bab 4.pdf (295.9Kb)
    05.5 bab 5.pdf (580.9Kb)
    05.6 bab 6.pdf (157.5Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (211.5Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (255.4Kb)
    07.2 lampiran 2.pdf (155.1Kb)
    07.3 lampiran 3.pdf (231.3Kb)
    08 naskah publikasi.pdf (1.063Mb)
    13611109.pdf (4.616Mb)
    Date
    2019-09-19
    Author
    Bunga Rahayu, 13 611 109
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki intensitas hujan tinggi dan terjadi kebih dari satu hari. Struktur tanah yang labil dan tidak merata sangat rawan terjadinya tanah longsor. Masyarakat yang tinggal di lereng gunung curam menghadapi risiko kemungkinan terjadinya tanah longsor. Tanah longsor juga dapat dipicu oleh getaran gempa hingga merontokkan struktur tanah diatasnya. Identifikasi daerah rawan bencana sangat diperlukan sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana. Oleh karena itu, penting dilakukan clustering pada dampak bencana tanah longsor di Indonesia sebagai upaya mitigasi bencana. Adanya clustering ini berguna untuk mengelompokkan bencana atas dasar karakteristik yang dimiliki. Sehingga upaya mitigasi dapat disesuaikan dengan karakteristik yang dimiliki masing-masing provinsi pada tiap cluster. Metode cluster yang digunakan adalah Kohonen Self Organizing Map (SOM). SOM merupakan metode analisis untuk data berdimensi tinggi dan tidak diperlukan asumsi serta dapat menghasilkan visualisasi objek tersebut. Data yang digunakan adalah 13 variabel dampak Tanah Longsor pada 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2008-2018 yang berasal dari publikasi data DIBI BNPB. Dari data tersebut didapatkan 4 cluster yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Cluster yang terbentuk meliputi cluster 1 yang terdiri dari 1 provinsi, cluster 2 terdiri dari 30 provinsi, cluster 3 terdiri dari 2 provinsi dan cluster 4 terdiri dari 1 provinsi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/16023
    Collections
    • Statistics [1209]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV