• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penurunan Kadar Ammonia Limbah Cair PT. Limanjaya Anugrah dengan Metode Breakpoint Chlorination pada Unit Mixing

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (68.79Kb)
    02 preliminari.pdf (161.3Kb)
    03 daftar isi.pdf (135.1Kb)
    04 abstract.pdf (155.7Kb)
    05.1 bab 1.pdf (153.2Kb)
    05.2 bab 2.pdf (116.0Kb)
    05.3 bab 3.pdf (620.3Kb)
    05.4 bab 4.pdf (239.4Kb)
    05.5 bab 5.pdf (510.6Kb)
    05.6 bab 6.pdf (95.64Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (97.56Kb)
    Date
    2006
    Author
    Arumi, Kartini
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. Limanjaya Anugrah merupakan salah satu industri textile yang pada proses produksinya hanya bergerak pada kegiatan dyeing/printing, dari kegiatan produksi tersebut dihasilkan limbah sebanyak 300m3/hari. Selama ini sebenarnya PT Limanjaya Anugrah telah memiliki unit pengolahan limbah yang akan tetapi pengoperasiannya masih belum maksimal, hal ini bisa dilihat dari masih tingginya konsentrasi amoniak pada air limbah yang dihasilkan yaitu berkisar antara 20-50 mg/L. Salah satu alternatif pengolahan yang bisa digunakan untuk menurunkan konsentrasi amoniak tersebut yaitu dengan menggunakan metode breakpoint khlorinasi. Untuk itu maka perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dosis khlor yang dibutuhkan untuk dapat menurunkan konsentrasi amoniak dan juga untuk menentukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi penurunan kadar amoniak itu sendiri. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan diambil dari inlet untuk selanjutnya diukur kadar pH dan konsentrasi amoniaknya, selanjutnya kedalam sampel ditambahkan sejumlah dosis khlor (10 mg/L, 15 mg/L, 20 mg/L, 25 mg/L dst) hingga dicapai titik breakpoint (30 mg/L, 35 mg/L, 25 mg/L, 40 mg/L, 25 mg/L 20 mg/L) yang ditandai oleh penurunan jumlah khlor sisa dalam larutan. Selanjutnya berdasarkan hasil penambahan khlor tersebut dibuat suatu kurva breakpoint yang nantinya akan digunakan untuk menentukan dosis khlor yang dibutuhkan. Langkah terakhir kita periksa kembali konsentrasi amoniak dan pH dan air limbah. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium diperoleh, dosis khlor rata-rata yang dibutuhkan untuk menurunkan 1mg/L konsentrasi amoniak pada limbah cair PT Limanjaya Anugrah sebesar 3,1 mg/L sedangkan efisiensi penurunan kadar amoniak dengan metode ini dipengaruhi oleh kondisi pH dan besarnya konsentrasi amoniak yang akan diturunkan, dimana pH optimumnya berkisar antara 6-8 dan konsentrasi amoniak yang akan diturunkan tidak lebih dari 11 mg/L.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1541
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV