• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Perilaku dan Karakteristik Kegiatan Bermain Anak sebagai Dasar Perancangan Tata Ruang Taman Kanak-Kanak yang Rekreatif dan Edukatif

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (57.31Kb)
    02 preliminari.pdf (171.8Kb)
    03 daftar isi.pdf (157.3Kb)
    04 abstract.pdf (138.5Kb)
    05.1 bab 1.pdf (524.0Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.407Mb)
    05.3 bab 3.pdf (179.4Kb)
    05.4 bab 4.pdf (998.0Kb)
    05.5 bab 5.pdf (1.813Mb)
    06 daftar pustaka.pdf (65.25Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (890.6Kb)
    Date
    2004
    Author
    Ramadhia, Laila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masa prasekolah adalah masa-masa penting bagi perkembangan anak, dimana anak mulai belajar berbagai hal dan berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu untuk dapat mendukung berbagai perkembangan anak diperlukan suatu wadah yang sesuai dengan karakter anak dan bersifat rekreatif dan edukatif. Sebagai kajian pustaka, penelitian ini mengacu kepada observasi dan penelitian yang dilakukan oleh Mitsuru Senda (1922), menyatakan bahwa ruang bermain anak dapat diklasifikasikan dalam enam kategori besar, yaitu : 1) Area bermain alami. 2) Ruang terbuka. 3) Jalanan. 4) Medan petualangan. 5) Tempat bersembunyi . 6) Tempat bermain struktur. Penelitian lain dilakukan oleh Nurudin Hidayat (2002), yang menyimpulkan bahwa ruang rekreatif dibentuk dengan memanfaatkan pengolahan karakter arsitektural elemen alami berupa air, vegetasi, unsur binatang dan elemen arsitektural berupa warna, tekstur, organisasi ruang, sirkulasi ruang dan skala ruang bagi anak-anak. Sedangkan landasan teori yang dipakai adalah yang berhubungan dengan prilaku anak, perkembangan anak dan elemen ruang yang mencakup bentuk, warna, skala dan tekstur. Metode pengumpulan data adalah dengan pengamatan dan interview sebagian pelaku. Dalam hal ini responden yang dipilih sebagai sampel adalah 35% guru dan 30% orang tua yang menunggu anak di sekolah. Sampel tersebut dipilih dengan cara cluster random sampling. Kriteria yang menjadi tolak ukur dalam pemilihan sampel di TK Budi Mulia yaitu para orang tua murid yang ikut menunggu anak selama di sekolah minimal tiga hari dalam seminggu. Metode analisis yang digunakan adalah metode induktif, yaitu permasalahan yang diperoleh akan diteliti kemudian dirumuskan sebagai rekomendasi untuk Taman Kanak-kanak Budi Mulia 1 Jogjakarta. Hasil survey menunjukkan fakta sebagai berikut : 1) Sarana bermain kurang mendukung. 2) Jenis permainan monoton. 3) Interaksi dalam bermain masih kurang. 4) Sistem parkir tidak jelas. 5) Bentuk masa kaku (tidak dinamis). 6) Warna ruang dominan dan kurang cerah. 7) Tata ruang luar belum teratur. Melalui proses analisis terhadap tata masa dan open space,bentuknya disesuaikan dengan pola perilaku bermain dan karakter anak yang aktif dan dinamis, yaitu kombinasi dari bentuk-bentuk persegi dan bentuk lingkaran, dimana tata masa menggunakan pola masa tunggal. Open space berupa ruang bermain dikelompokkan menjadi satu area untuk memudahkan pengawasan. Agar tidak terjadinya pola penyebaran parkir yang dapat mengganggu aktivitas bermain anak, maka sistem parkir dikelompokkan menjadi satu area dengan luas 140 m2. Akses parkir dari entrance langsung menuju kebangunan sehingga tidak mengganggu areakegiatan yang lain. Entrance untuk kendaraan dibuat terpisah dengan pejalan kaki untuk keamanan dan kenyamanan penggunaan. Areaparkir dansirkulasi diberi perkerasan berupa paving block dan diberi pepohonan sebagai pengarah dan peneduh. Untuk ruang dalam, agar kegiatan belajar lebih efektif, ruang kelas dibagi dalam tigaareayaitu areadalam grup, areabelajar danareacerita dengan luas 63 m2. Penggunaan warna ruang disesuaikan dengan jenis kegiatan dalam ruang (ruang kelas menggunakan warna biru dan kuning, ruang bermain menggunakan warna merah dan oranye dan perpustakaan menggunakan warna biru dan hijau). Tekstur penutup lantai juga disesuaikan dengan karakter aktivitas dalam ruang (ruang kelas menggunakan keramik jenis semi-matt dengan permukaan yang kasar sehingga aman bagi anak, ruang bermain menggunakan karet sintetis dengan warna dan corak yang menarik, dan perpustakaan menggunakan karpet lembut dengan berbagai motif abjad, angka atau gambar yang bersifat kreatif dan mendidik).
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1511
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV