• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Batako Berkait sebagai Alternatif Material Dinding Pasangan

    Thumbnail
    View/Open
    03511195 Yogi Indra Prayoga.pdf (10.22Mb)
    Date
    2007
    Author
    Prayoga, Yogi Indra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dinding tembok atau pasangan bata pada prinsipnya berfungsi sebagai selimut/lapisan terluar dan membentuk pola/penyekat ruangan (fungsi nonstruktural), tetapi pada bangunan sederhana (non engineering) dinding tembok juga berfungsi untuk menahan beban atap (fungsi struktural). Sehingga pada bangunan rumah sederhana dinding tembok berfungsi ganda yaitu fungsi struktural dan fungsi non struktural. Pada umumnya dinding tembok merupakan kombinasi dari dua bahan penyusun, yaitu bata merah atau batako dan mortar sebagai bahan pengikat. Pada saat terjadi "kegagalan tembok" kerusakan tidak hanya dialami oleh bata tetapi juga pada mortarnya. Dari beberapa kejadian gempa di Indonesia, kerusakan yang paling banyak terjadi pada dinding adalah kerusakan geser pada dinding akibat retakan-retakan arah diagonal. Kerusakan geser pada dinding tembok salah satunya disebabkan oleh adanya perbedaan kekuatan antara mortar dan bata/batako dalam menahan gaya geser. Guna memperkecil kerusakan yang terjadi akibat adanya perbedaan kekuatan tersebut, maka dibuatlah batako berkait yang pada aplikasinya mengandalkan kekuatan kaitan (interlocking) pada masing-masing sisinya sehingga menjadi dinding yang homogen ketika disusun sebagai satu kesatuan yang utuh. Untuk dapat digunakan sebagai material alternatif penyusun dinding tembok, pasangan batako berkait harus dapat memenuhi fungsi strukturalnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian di laboratorium yang meliputi uji desak, uji lentur dan uji geser. Dari penelitian yang dilakukan, untuk batako berkait dengan komposisi campuran semen dan pasir 1:8 diperoleh nilai kuat tekan 25,219 kg/cm², kuat lentur sebesar 1,401 kg/cm² dan kuat geser sebesar 2,7 kg/cm². Berdasarkan kuat tekannya batako berkait dapat digolongkan sebagai batako kelas C (PUBI 1982). Berdasarkan hasil tersebut batako berkait dapat digunakan sebagai material alternative penyusun dinding non struktural bagian dalam.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/13073
    Collections
    • Civil Engineering [4758]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV