• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Rebusan Daun Belintas (Pluchea Indica. L.Less) terhadap Siklus Estrus dan Jumlah Kelahiran Janin pada Tikus Betina Galur Wistar

    Thumbnail
    View/Open
    00613139 Inarah Fajriaty.pdf (11.96Mb)
    Date
    2004
    Author
    Fajriaty, Inarah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Daun beluntas ( Pluchea indica. L. Less ) secara tradisional digunakan untuk obat pengatur haid atau peluruh haid. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh rebusan daun Pluchea indica. L. Less terhadap siklus estrus dan jumlah kelahiran janin pada tikus betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun Pluchea indica L. Less sebagai obat antifertilitas terhadap siklus estrus dan jumlah kelahiran janin pada tikus betina galur Wistar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat kontrasepsi oral alternatif. Kelompok tikus dibagi menjadi 4 kelompok yang mana tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Rebusan daun beluntas dipejankan secara oral sekali sehari selama 15 hari. Kelompok I diberi aquades dosis 2 ml / 200 gram BB sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi rebusan daun beluntas ( Pluchea indica.L.Less,) setara dengan daun 945 mg/ KgBB, kelompok III diberikan rebusan daun beluntas (Pluchea /W/'ca. L.Less) setara dengan daun 9450 mg / KgBB dan kelompok IV diberi Pil KB dosis 0.02268 mg / Kg BB sebagai kontrol positif. Kemudian pengamatan meliputi pengamatan siklus estrus diketahui melalui pengamatan pada apus vaginanya, kemudian hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan LSD. Untuk pengamatan jumlah kelahiran janin kelompok tikus dikelompokan menjadi 4 kelompok yang mana tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus, pada akhir proestrus dan awal estrus tikus dikawinkan, pada 10 hari pertama kebuntingan dipejankan secara oral setiap hari. Setelah umur kebuntingan 21 hari, tikus di bedah kemudian hitung tempat implantasi, jumlah janin, dan korpus luteum. Kemudian hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan analisis LSD. Pada pengamatan fase estrus, fase proestrus, fase metestrus dan fase diestrus didapatkan perbedaan yang signifikan (P < 0.05) antara kelompok perlakuan. Hasil pengamatan mikroskopik menunjukkan bahwa fase metestrus dan fase diestrus bertambah lama dan fase proestrus dan estrus akan berkurang dengan pemberian rebusan daun beluntas. Untuk pengamatan jumlah kelahiran, resorbsi awal dan resorpsi akhir di dapatkan perbedaan yang signifikan (P < 0.05) antar kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa rebusan daun beluntas mempunyai efek antifertilitas terlihat dari berkurangnya jumlah kelahiran janin yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/12198
    Collections
    • Pharmacy [1885]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV