• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    UPAYA BENAZIR BHUTTO DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM POLITIK PAKISTAN TAHUN 1988-1990

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (66.58Kb)
    02 preliminary.pdf (555.1Kb)
    03 abstrak.pdf (210.9Kb)
    03 daftar isi.pdf (108.2Kb)
    04 abstrak.pdf (105.2Kb)
    05. 1 bab 1.pdf (259.7Kb)
    05. 2 bab 2.pdf (439.7Kb)
    05. 3 bab 3.pdf (430.5Kb)
    05. 4 bab 4.pdf (362.5Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (187.5Kb)
    08 naskah publikasi.pdf (1.112Mb)
    Date
    2018-10-18
    Author
    HUSNUL UMMAHAT SABIR, 14323056
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pakistan adalah salah satu negara di Asia Selatan, serta dibangun berlandaskan Islam. Kebijakan yang dikeluarkan harus berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Namun, militer mendominasi untuk mengawasi jalannya sistem pemerintahan di Pakistan. Hal inilah yang menjadikan kondisi Pakistan semakin tidak aman, angka diskriminasi terus bertambah, budaya patriarki yang muncul di tengah-tengah masyarakat Pakistan serta pembunuhan politik yang kerap terjadi. Namun terpilihnya Benazir Bhutto pada tahun 1988 sebagai Perdana Menteri perempuan pertama di Pakistan, berhasil melunturkan budaya patriarki di tengah-tengah masyarakatnya. Melalui pendekatan women empowerment akan melihat bagaimana proses Benazir dalam meningkatkan kesadaran perempuanperempuan di Pakistan agar bisa menyuarakan hak-haknya yang selama ini tidak terdengarkan di pemerintahan sebelumnya. Berdasarkan latar belakang pendidikan dan masa lalunya membentuk Benazir dalam pembuatan kebijakannya. Sehingga di dalam kepemimpinannya, Benazir ingin mencapai nilai demokrasi di Pakistan dengan berusaha meningkatkan angka partisipasi perempuan di dalam perpolitikan Pakistan. Namun sebelum mencapai nilai demokrasi tersebut, Benazir berusaha menghapuskan angka diskriminasi terhadap perempuan dan juga memperbaiki sistem pendidikan di Pakistan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11798
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV