• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    AKTUALISASI FACEBOOK PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM BASIS KEADILAN DAN PENANGANAN KESENJANGAN DI INDONESIA (Cara Pandang Sosiologi Hukum)

    Thumbnail
    View/Open
    murry-aktualisasi-PROSIDING PENELITIAN SEMNAS UII 2017_349-356.pdf (853.0Kb)
    Date
    2017-11-22
    Author
    Darmoko M, Murry
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini menguji aktualisasi Facebook Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam penyelenggaraan pemerintahan yang diukur melalui indikator berbasis keadilan dan anti kejahatan kemanusiaan selama tiga tahun beliau menjabat. Tujuan penelitian adalah menemukan jawaban atas dua rumusan masalah : Pertama, Mengapa Presiden Joko Widodo menggunakan facebook sebagai progres laporan kerja dan tanggung jawabnya kepada masyarakat dalam mewujudkan keadilan dan menangani kesenjangan melalui cara pandang sosiologi hukum? kedua, apa langkah-langkah Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan negara yang berbasis keadilan dan mengurangi kesenjangan?. Metode penelitian dilakukan dengan penelitian kualitatif melalui pendekatan naratif dengan cara pandang sosiologi hukum. Pemilihan metode ini diyakini akan menghasilkan dua jawaban dari rumusan masalah yang ada, pertama, Facebook sebagai media penghubung yang dapat diakses oleh siapapun dari berbagai tempat di seluruh penjuru dunia. Presiden Joko Widodo memiliki 7.730.101 pengikut yang memudahkannya, dalam cara pandang sosiologi hukum beserta teori-teorinya, digunakan dalam mempengaruhi para pengikutnya, membuat sebuah ikatan saling ketergantungan dan bahkan mendominasi mereka. Kedua, melalui facebook, presiden sebagai pemerintah memberikan kejelasan langkah-langkah yang dilakukan dalam mewujudkan keadilan dan mengurangi kesenjangan, seperti Nawacita dan Indosentris dalam pembangunan yang dimulai dengan Poros Maritim Dunia, Perbaikan PLBN, pembangunan infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, penyerahan setifikat tanah, KIS, KIP, PKH, persamaan harga BBM sebagai jawaban dari perwujudan keadilan dan mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin serta kesenjangan antar wilayah di Indonesia.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11531
    Collections
    • Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian [43]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV