Show simple item record

dc.contributor.authorMahendra Prastya, Narayana
dc.date.accessioned2018-11-04T03:12:44Z
dc.date.available2018-11-04T03:12:44Z
dc.date.issued2018-09-27
dc.identifier.isbn978-602-450-321-5
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11450
dc.description.abstractTulisan ini bertujuan memberikan rekomendasi terhadap peran yang sebaiknya dilakukan humas perguruan tinggi saat menghadapi situasi krisis. Perguruan tinggi merupakan organisasi yang berisiko menghadapi krisis. Ada pun humas merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam penanganan krisis. Namun humas perguruan tinggi tidak terbiasa menghadapi krisis. Pekerjaan humas perguruan tinggi secara umum adalah membentuk citra positif perguruan tinggi melalui publisitas tentang pencapaian dan prestasi perguruan tinggi. Dalam menghadapi situasi negatif termasuk krisis, humas perguruan tinggi cenderung menutup diri atau bersikap defensif. Tulisan ini menggunakan data dari wawancara dengan wartawan media massa lokal di Yogyakarta yang meliput kasus tragedi Diksar Mapala UII tahun 2017. Pertimbangan mengambil pembahasan dari sudut pandang hubungan media adalah pertama hubungan media merupakan aktivitas yang umum dilakukan oleh humas perguruan tinggi, kedua hubungan media merupakan aktivitas yang penting dalam manajemen krisis, karena situasi krisis akan menjadi bahan berita yang disorot media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media mengharapkan humas berperan sebagai fasilitator komunikasi antara pihak wartawan dengan pimpinan universitas. Wartawan lebih mengharapkan dapat mewawancarai dan memperoleh informasi pimpinan universitas.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjecthubungan media, humas perguruan tinggi, manajemen krisis, peran humasen_US
dc.titlePERAN HUMAS PERGURUAN TINGGI DALAM MANAJEMEN KRISIS ORGANISASIen_US
dc.typeBooken_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record