• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENOLAKAN PASIEN MISKIN DALAM KEADAAN GAWAT DARURAT OLEH RUMAH SAKIT

    Thumbnail
    View/Open
    SITI-KHOIRUNISA-_14421089_AHWAL-AL-SYAKHSHIYAH_FIAI.pdf (2.698Mb)
    Date
    2018-10-01
    Author
    Siti Khoirunisa, 14421089
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini memiliki dua (2) tujuan yang hendak dicapai, yaitu untuk mengetahui kewajiban rumah sakit dalam menangani pasien miskin dalam keadaan gawat darurat. Selain itu Penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana pandangan hukum Islam terhadap kasus penolakan pasien miskin dalam keadaan gawat darurat yang dilakukan oleh rumah sakit. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian pustaka (library reseach) dengan mengkaji dan meneliti berbagai dokumen dan literatur yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Dokumen atau literatur tersebut adalah Undang-Undang Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dan Kesehatan serta al-Qur’ān dan Ḥadiṡ. Sifat penelitian dalam penelitian ini adalah Deskriptif-Analitis, yaitu menggambarkan objek atau fenomena yang diteliti yaitu kasus penolakan pasien miskin dalam keadaan gawat darurat di rumah sakit, dimana pelaksananya tidak hanya terbatas pada pengumpulan data, tetapi meliputi analisis data dan mengambil kesimpulan atas data-data yang diperoleh. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan ini menunjukan bahwa penolakan pemberian tindakan medis kepada pasien dalam keadaan gawat darurat karena kurangnya uamg muka yang dilakukan oleh rumah sakit merupakan tindakan yang melanggar Undang-Undang Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Rumah Sakit. Dalam Undang-Undang tersebut jelas dikatakan bahwa setiap rumah sakit baik swasta maupun pemerintah diwajibkan memberikan tindakan medis kepada pasien dalam keadaan gawat darurat tanpa meminta biaya administrasi terlebih dahulu. Menurut hukum Islam tindakan yang dilakukan rumah sakit tersebut merupakan tindakan yang ẓalim. Tindakan rumah sakit tersebut bertentangan dengan tujuan maqāshid al-syarī'ah yaitu, untuk kemaslahatan hidup manusia baik di dunia maupun dan akhirat. Maqāṣhid al-syarī'ah bertujuan untuk mencapai pemeliharaan terhadap, agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Tindakan penolakan oleh rumah sakit tersebut melanggar tujuan maqāṣhid al-syarī'ah dalam memelihara jiwa dengan cara min nahiyatil-wujud dan dalam tingkatan ḍarūriyyāt.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11078
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV