• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PEMILIHAN MESIN PADA PROSES AWAL BUFFING SMALL UP MENGGUNAKAN METODE TOPSIS (Studi Kasus di PT Yamaha Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    01_cover.pdf (215.9Kb)
    02_Preliminari fix.pdf (1.107Mb)
    02_Preliminari.pdf (1.183Mb)
    03_Abstrak.pdf (176.4Kb)
    04_Daftar Isi.pdf (298.9Kb)
    05_BAB I.pdf (205.6Kb)
    06_BAB II.pdf (551.1Kb)
    07_BAB III.pdf (234.3Kb)
    08_BAB IV.pdf (667.5Kb)
    09_BAB V.pdf (182.0Kb)
    10_BAB VI.pdf (179.2Kb)
    11_Daftar Pustaka.pdf (180.1Kb)
    12_Lampiran.pdf (1.333Mb)
    Date
    2018-09-10
    Author
    Rosma Nur Fitriana, 14522309
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Keterlambatan dalam pengiriman part menjadi hal yang merugikan bagi setiap perusahaan. PT. Yamaha Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan alat musik piano, dimana perusahaan ini memproduksi sendiri part-part penyusun pianonya. Keterlambatan pengiriman ke dari suatu bagian ke bagian lainnya sering terjadi. Akibatnya, pengiriman ke konsumen juga akan mengalami keterlambatan. Bagian Buffing Small UP merupakan bagian akhir proses pengerjaan part kecil dari Piano Upright sebelum kemudian masuk ke bagian pengumpulan part dan perakitan. Bagian perakitan tidak dapat memproduksi piano utuh jika ada part yang masih kurang. Dari data output buffing small diperoleh data minus per bulan yang dapat dijadikan acuan untuk produksi pada bagian buffing small. Pada akhir Bulan Juli 2018, minus part tertinggi untuk bagian ini mencapai 723 yang ditempati oleh part Top Frame R/L piano upright B3. Salah satu cara untuk mengurai keterlambatan tersebut diperlukan adanya pemilihan mesin yang tepat agar proses pengerjaan part tersebut dapat optimal ketika sampai di bagian Buffing Small UP. Dalam mengatasi masalah tersebut maka dipilih metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Solution). Terdapat tiga mesin yang menjadi objek pemilihan mesin ini, yaitu Mesin Level Buff Manual, Mesin Auto Level Buff 1 dan Mesin Auto Level Buff 2. Kemudian terdapat empat alternatif untuk membandingkan ketiga mesin tersebut, yaitu kelonggaran waktu mesin, waktu per proses, jumlah part per proses, dan kemudahan penggunaan mesin. Dari perhitungan TOPSIS diperoleh bahwa mesin yang paling optimal untuk mengatasi masalah Top Frame R/L B3 yang memiliki minus tertinggi ini adalah mesin Auto Level Buff 1 dengan nilai interverensi sebesar 0.78.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11027
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV