• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Profesi Dokter Ahli Kandungan Laki-Laki dalam Pandangan Hukum Islam Tahun 2016

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (138.1Kb)
    02 preliminari.pdf (1.049Mb)
    03 daftar isi.pdf (129.6Kb)
    04 tahrir.pdf (675.5Kb)
    05 abstract.pdf (128.0Kb)
    06.1 bab 1.pdf (304.4Kb)
    06.2 bab 2.pdf (413.7Kb)
    06.3 bab 3.pdf (363.1Kb)
    06.4 bab 4.pdf (360.8Kb)
    06.5 bab 5.pdf (130.2Kb)
    07 daftar pustaka.pdf (263.4Kb)
    Annisa Maghfira.pdf (4.626Mb)
    Date
    2016
    Author
    Maghfira, Annisa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tempat pelayanan kesehatan merupakan salah satu tempat umum dimana seluruh kalangan masyarakat akan berinteraksi disana. Diantaranya seperti rumah sakit, Puskesmas, dan lain-lain. Rumah sakit ( Hospital ) adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Di tempat pelayanan kesehatan seperti itulah batasan antara aurat laki-laki dan perempuan menurut Islam akan dikesampingkan, maksudnya dikesampingkan pada kalimat barusan kaburnya hijab anatar laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim ini. Dapat kita lihat di tempat kesehatan bahwa baik dokter, perawat ataupun petugas kesehatan lainnya akan melakukan interaksi dengan pasien. Tindakan-tindakan tersebut merupakan serangkaian prosedur yang harus dijalankan menurut profesi masing-masing. Diantaranya seperti Dokter atau perawat yang melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasiennya yang pastinya harus menyentuh tubuh pasien, melakukan injeksi ( Suntikan ) dibagian tertentu yang membuat pasiennya membuka vital dari kliennya untuk berbagai keperluan seperti pada pemasangan kateter, melahirkan atau operasi pada bagian tersebut yang tidak jarang bahwa petugas medis yang berlainan jenis kalaminlah yang melakukan tindakan tersebut. Dalam Hukum Islam, hubungan antara pasien dan dokter adalah hubungan antara pemakai jasa dan penjual jasa, sehingga terjadi akad ijrah antara kedua belah pihak. Pasien daapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan dari dokter, sedangkan dokter dapat imbalan dari profesi nya, seperti pada profesi dokter ahli kandungan laki-laki dalam perspektif hukum Islam. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research) dan sifatnya kualitatif yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci tentang profesi dokter ahli kandungan lakio-laki dalam perspektif hukum Islma di Rs PKU MuhammadiyahYogyakarta
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/10473
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV