| dc.description.abstract | Sampah merupakan salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sleman yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.141.733 jiwa yang berpotensi menimbulkan masalah persampahan khususnya di sumber. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengkaji Studi Timbulan Sampah dan Persepsi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah, Di Kecamatan Depok dan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Penentuan lokasi sampling dilakukan secara stratified proposrsional random sampling untuk mewakili lingkup keseluruhan Kabupaten Sleman. Jumlah sampel yang didapat berdasarkan perhitungan slovin pada 2 Kecamatan yang mewakili Kabupaten Sleman sebanyak 18 kepala keluarga dan akan dibagi menjadi 3 golongan yang dilihat dari tingkat pendapatan kepala keluarga. Pengambilan data pengukuran timbulan sampah dan komposisi sampah dilakukan berdasarkan Standart Nasional Indonesia 19-3964-1994. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan timbulan sampah dipemukiman Kabupaten Sleman sebesar 0,315 kg/orang/hari, sedangkan hasil dari komposisi sampah yang dihasilkan tertinggi didominasi sampah organik sebesar 45% diikuti sampah plastik 18% dan sampah kertas 15%, selebihnya adalah sampah popok 7%, sampah kaca 6%, sampah kain 4%, sampah B3 3%, dan sampah logam 2%. Penerapan pemilahan sampah rumah tangga di Kabupaten Sleman belum dilaksanakan dengan baik, factor umumnya yang menghambat masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah rumah tangga diketahui dari sikap, pengetahuan, dan waktu menjadikan kondisi penerapan pemilahan sampah rumah tangga belum pernah dilakukan. Dari pernyataan responden lebih 50% menjawab setuju dalam melakukan pemilahan sampah yang dihasilkan rumah tangga dengan baik, hal ini menjadikan Kabupaten Sleman memiliki potensi yang besar dalam melakukan pengelolaan sampah rumah tangga. | en_US |