• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Terminal Penumpang Kapal Laut Sri Bintan Pura Tanjung Pinang: Penggabungan Aktifitas Keseharian Masyarakat dengan Operasional Kepelabuhanan

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (76.33Kb)
    02 preliminary.pdf (181.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (205.5Kb)
    04 abstract.pdf (72.88Kb)
    05.1 bab 1.pdf (336.9Kb)
    05.2 bab 2.pdf (498.1Kb)
    05.3 bab 3.pdf (562.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (1.042Mb)
    05.5 bab 5.pdf (384.2Kb)
    Date
    2001
    Author
    Juniardi, Ardi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pada Awal perkembangannya, pelabuhan yang dikenal sebagai Pelabuhan Tanjung Pinang adalah Pelabuhan Sri Bintan Pura yang ada saat ini dengan sarana dan fasilitasnya di bangun pada tahun 1925 dan diresmikan pada tanggal 21 Januari 1984 dengan nama Sri Bintan Pura. Yang maknanya adalah "Pintu Gerbang Kepulauan Riau yang permai dan terletak di Pulau Bintan yang gemerlapan". Area Pelabuhan Sri Binta Pura tidak hanya sebagai pintu gerbang untuk keluar masuk wilayah Kota Tanjung Pinang, tetapi juga sebagai tempat aktivitas masyarakat, khususnya masyarakat di tanjung Pinang untuk santai, jalan-jalan di pesisir laut, tempat berkumpul pada sore hingga malam hari. Dan hal ini telah berlangsung dari dulu hingga kini telah menjadi kebiasaan masyarakat dari semua umur. Aktivitas keseharian masyarakat ini membuat pihak pelabuhan merasa terganggu, akan lingkungan kerjanya. Walaupun sebenamya aktivitas masyarakat ini tidak mengganggu jam kerja dari pihak pelabuhan. Akibat dari aktivitas masyarakat khususnya dari usia remaja, mereka banyak meninggalkan bekas sepatu pada tembok perkantoran yang diduduki, membuat perkumpulan kecil yang tersebar dan tidak terpantau dan duduk-duduk pada pagar jembatan yang dapat membahayakan keselamatan. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelabuhan serta melestarikan aktivitas keseharian masyarakat, maka dalam penggabungan kedua aktivitas tersebut, perlu diperhatikan tentang kebutuhan dan batasan-batasan area untuk kedua belah pihak, sehingga kebutuhan yang menyangkut untuk kebersamaan dan privasi dapat terjaga.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1001
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV