• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perkawinan Semarga Dalam Masyarakat Batak Mandailing (Studi Kasus Di Desa Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara)

    Thumbnail
    View/Open
    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERKAWINAN SEMARGA DALAM MASYARAKAT BATAK MANDAILING.pdf (2.410Mb)
    Date
    2018-08-15
    Author
    FATIMAH FATMAWATI TANJUNG
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini menjelaskan tentang perkawinan semarga dalam tinjaun hukum Islam. Pertanyaan penting adalah apa yang mendasari larangan perkawinan semarga masyarakat muslim Batak Mandailing. Dalam hukum adat Mandailing desa kampung mesjid perkawinan semarga dianggap perkawinan satu darah atau satu keturunan yang sama. Oleh karena itu disini penulis ingin mengetahui lebih lanjut penyebab tidak boleh nya menikah dengan satu marga khususnya di Desa Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan cara mengumpulkan data secara langsung turun kelapangan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dengan menggunakan pendekatan normatif dan sosiologis. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan skunder, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi serta wawancara. Jika dilihat dari segi hukum Islam, baik kitab-kitab fiqh, undang-undang perkawinan, kompilasi hukum Islam tidak ada yang mengatur perihal larangan perkawinan semarga. UU hanya mengatur tentang sah atau tidaknya perkawinan dilihat dari segi agama dan catatan sipil (syarat dan rukun) perkawinan. Sedangkan pada adat Mandailing perkawinan itu dilarang kareana dianggap masih saudara sedarah, serta untuk menjaga hubungan kekerabatan dan partuturan Mandailing yang di sebut Dalihan Na Tolu.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10000
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV