Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi Pada Anak Jalanan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan resiliensi anak jalanan. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan resiliensi anak jalanan. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, maka semakin tinggi pula resiliensi pada anak jalanan. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima, maka semakin rendah pula resiliensi pada anak jalanan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak jalanan yang bekerja di jalanan, berusia antara 10-17 tahun, berhubungan tidak teratur dengan orang tuanya, dan tidak bersekolah lagi. Jumlah subjek sebanyak 37 orang. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatté (2002) yang terdiri dari 24 aitem dan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Taylor dkk. (2000) yang terdiri dari 63 aitem. Sebaran data subjek untuk resiliensi menunjukkan K-SZ= 0,558 atau p = 0,914 (p > 0,05), sedangkan untuk dukungan sosial menunjukkan K-SZ= 0,734 atau p = 0,654 (p > 0,05). Resiliensi dan dukungan sosial juga menunjukkan sebaran data yang linear (F = 43,316 dengan p= 0,001 atau p = <0,05). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment Pearson untuk menguji apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi. Analisis data menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan sebesar ry=0,776 (p=0,000 atau p < 0,01). Sumbangan efektif yang diberikan variabel dukungan sosial terhadap variabel resiliensi sebesar 60,2 %. Jadi, hipotesis penelitian diterima.
Collections
- Psychology [1337]
