Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Etos Kerja Karyawan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan etos kerja karyawan di Kantor Wilayah Direktorat jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini adalah 50 orang karyawan di kantor wilayah direktorat jenderal pajak daerah istimewa yogykarta berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta telah bekerja minimal selama 2 tahun. Penelitian ini menggunakan dua skala, yakni: (a) Skala Etos Kerja (29 aitem) yang mengacu pada aspek dari Miller, dkk (2001) dengan a =0,936 dan (b) Skala Budaya Organisasi (35aitem) yang mengacu pada aspek dari Cameron dan Quin (2004) denga a = €0,944 Hasil analisi menggunakan teknik korelasi product moment dari Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara budaya organisasi clan dengan etos kerja karyawan di kantor wilayah direktorat jenderal pajak (r = 0,449 dengan p 0,001; p < 0,01), hubungan antara budaya organisasi adhocracy dengan etos kerja karyawan di kantor wilayah direktorat jenderal pajak (r = 0,571 dengan p = 0,000 ; p < 0,01), hubungan antara budaya organisasi market dengan etos kerja karyawan di kantor wilayah direktorat jenderal pajak (r = 0,451 dengan p = 0,001; p < 0,01), hubungan antara budaya organisasi hierarchy dengan etos kerja karyawan di kantor wilayah direktorat jenderal pajak (r = 0,478 dengan p = 0,000; p<0,01). Semakin kuat budaya organisasi semakin baik pula etos kerja karyawan. Analisis koefisien determinasi (r2) menunjukkan sumbangan budaya organisasi clan sebesar 19,3%, sumbangan budaya organisasi adhocracy sebesar 32,6%, sumbangan budaya organisasi market sebesar 20,3%, sumbangan budaya organisasi hierarchy sebesar 22,8% terhadap etos kerja karyawan di kantor wilayah direktorat jenderal pajak daerah istimewa Yogyakarta. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima.
Collections
- Psychology [1337]
