Fear of Missing Out (FoMO) dan Phubbing pada Mahasiswa Program Sarjana di Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Fear of Missing Out (FoMO) merupakan perasaan khawatir ketika individu merasa
tertinggal dari pengalaman yang dimiliki orang lain sehingga mendorong individu
untuk terus terhubung dengan aktivitas orang lain melalui media sosial. Kondisi
tersebut dapat meningkatkan kecenderungan perilaku phubbing, yaitu perilaku
mengabaikan orang lain dalam interaksi tatap muka karena lebih berfokus pada
smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of
Missing Out (FoMO) dan perilaku phubbing pada mahasiswa program sarjana di
Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 181 mahasiswa
program sarjana aktif di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diperoleh melalui teknik
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Fear of
Missing Out dan Generic Scale of Phubbing. Data dianalisis menggunakan uji
korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan
positif yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan perilaku
phubbing pada mahasiswa program sarjana di Daerah Istimewa Yogyakarta (r =
0,442; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang
dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku phubbing.
Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya memperhatikan pengelolaan Fear
of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa sebagai salah satu upaya untuk
mengurangi kecenderungan perilaku phubbing dalam interaksi sosial tatap muka.
Collections
- Psychology [1337]
