Implementasi Tata Kelola Lingkungan dalam Proyek Great Green Wall oleh Uni Afrika di Kawasan Sahel Tahun 2011–2021
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi tata kelola lingkungan Uni Afrika dalam proyek Great
Green Wall Initiative (GGW) di kawasan Sahel selama periode 2011–2021, sebagai respons
kolektif negara-negara Afrika terhadap desertifikasi, degradasi lahan, dan ancaman terhadap
ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi
kasus, berdasarkan data sekunder berupa laporan resmi Uni Afrika, PAGGW, UNCCD, FAO, dan
World Bank, serta jurnal dan studi akademik terkait, untuk menganalisis efektivitas tata kelola
lingkungan berdasarkan kerangka Environmental Governance Effectiveness dari Nathan J.
Bennett dan Terre Satterfield (2018), yang diukur melalui enam indikator: arah kebijakan
(directions), koordinasi (coordination), kapasitas (capacity), keterbukaan informasi (informed),
akuntabilitas (accountable), dan efisiensi (efficient). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uni
Afrika berhasil merumuskan arah kebijakan yang jelas melalui Global Harmonized Strategy
(GHS) dan target restorasi 100 juta hektar pada 2030, serta membangun koordinasi berlapis
melalui PAGGW dan mitra internasional. Namun, hingga 2021 realisasi restorasi lahan di zona
intervensi utama baru mencapai sekitar 4 juta hektar (4% dari target), total pendanaan yang
terhimpun hanya sekitar USD 206 juta
Collections
- International Relations [1021]
