Hubungan antara Harga Diri dengan Kepercayaan Diri pada Remaja Obesitas
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan harga diri dengan kepercayaan diri pada remaja obesitas. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara harga diri dengan kepercayaan diri pada remaja obesitas. Semakin tinggi tingkat harga diri maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri pada remaja obesitas, sebaliknya semakin rendah tingkat harga diri maka semakin rendah pula kepercayaan diri pada remaja obesitas.Subjek penelitian ini adalah remaja obesitas di Yogyakarta yang mempunyai Index Masa Tubuh >30. Alat ukur yang digunakan ada dua, yaitu skala harga diri yang disusun dengan mengacu pada aspek aspek harga diri yang dikemukakan oleh Clemes & Bean (2001). Skala kepercayaan diri yang disusun dengan mengacu pada aspek aspek kepercayaan diri dari teori yang dikemukakan Lauster (1992). Teknik penghitungan dilakukan dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Uji asumsi yang dilakukan menunjukkan kedua variabel kepercayaan diri dan harga diri terdistribusi normal. Harga diri diperoleh koefisien K-SZ = 1.060 dengan p= 0.212 (p > 0.05) dan data kepercayaan diri diperoleh K-SZ= 1.346 dengan p 0.053 (p > 0.05). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui melalui uji korelasi product moment dari Pearson yang menunjukkan ada hubungan positif antara harga diri dengan kepercayaan diri (r = 0.416 dan p = 0.003), artinya semakin meningkat tingkat harga diri responden maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri yang dialami, sebaliknya jika semakin rendah tingkat harga diri responden maka semakin rendah tingkat kepercayaan diri yang dialami. Kepercayaan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 17,3% terhadap harga diri pada remaja obesitas.
Collections
- Psychology [1337]
