Efektivitas Media Edukasi terhadap Perubahan Sikap dan Pengetahuan Remaja Putri dalam Menghindari Konsumsi Makanan Instan (Penelitian dengan Pendekatan Mixed Method sebagai Strategi Promotif dan Preventif Polycystic Ovary Syndrome)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media edukasi dalam
meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri untuk membatasi konsumsi
makanan instan sebagai bagian dari promosi kesehatan reproduksi dan pengurangan
risiko Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), yang pada saat
pelaksanaan penelitian masih disebut Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
Penelitian menggunakan exploratory sequential mixed methods yang terdiri atas
tahap kualitatif, pengembangan media, dan tahap kuantitatif. Tahap kualitatif
dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan untuk
menggali pengetahuan awal, pengalaman menstruasi, kebiasaan konsumsi makanan
instan, dan kebutuhan media edukasi. Temuan kualitatif digunakan untuk menyusun
matriks kebutuhan, konten, poster, dan video animasi. Tahap kuantitatif
menggunakan quasi-experimental non-equivalent one-group pretest-posttest design
pada 101 siswi SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, terdiri atas kelompok poster
sebanyak 41 siswi dan kelompok video animasi sebanyak 60 siswi. Posttest
dilakukan dua minggu setelah intervensi. Secara keseluruhan, rerata skor
pengetahuan meningkat dari 9,33 menjadi 19,48 (p=0,001), sedangkan rerata skor
sikap meningkat dari 58,97 menjadi 60,28 tetapi tidak signifikan (p=0,155).
Perbandingan perubahan skor antara kelompok poster dan video animasi tidak
menunjukkan bukti perbedaan pada pengetahuan (p=0,685) maupun sikap
(p=0,608). Temuan mixed methods menunjukkan bahwa media visual yang
sederhana dan sesuai kebutuhan remaja dapat meningkatkan pengetahuan jangka
pendek, tetapi satu kali paparan belum cukup untuk menghasilkan perubahan sikap
yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi edukasi
berhubungan dengan peningkatan pengetahuan dua minggu setelah pemberian
media, sedangkan efektivitas terhadap sikap belum dapat dibuktikan. Edukasi
berulang, dukungan sekolah dan keluarga, serta evaluasi perilaku dalam jangka
lebih panjang diperlukan pada penelitian selanjutnya.
