Ketangguhan Diri (Resiliensi) pada Guru Honorer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk resiliensi dan dinamika psikologis proses resiliensi yang terjadi pada guru-guru honorer di SDN Krawitan Ngemplak, Sleman Yogyakarta. Guru honorer adalah guru yang dikontrak dan diperbantukan oleh sekolah untuk membantu jalannya proses belajar mengajar di sekolah. Guru honorer mempunyai penghasilan sangat minim karena ia tidak digaji oleh pemerintah melainkan dari sekolah tempat ia, dalam hal kesejahteraan guru honorer masih jauh jika dibandingkan dengan guru PNS. Guru honorer juga menghadapi ketidakjelasan dalam hal pengangkatan dirinya sebagai guru PNS karena melonjaknya jumlah guru honorer dari tahun ke tahun dan ancaman pemutusan kontrak kerja yang dapat dilakukan secara tiba-tiba. Ketangguhan diri atau dengan istilah resiliensi merupakan potensi kecerdasan yang dimiliki manusia yang bertumpu pada bagian dalam diri manusia (mental) yang berhubungan dengan keuletan, kekuatan dan daya juang tinggi. Melalui potensi ini, seseorang mampu mengubah rintangan dan tantangan menjadi peluang. Kemampuan dan sikap inilah yang ingin dlihat pada diri responden dengan profesi guru honorer. Kriteria utama responden penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru honorer dengan masa kerja minimal 5 tahun. Penelitian ini melibatkan tiga orang guru honorer yang mengajar di SDN Krawitan Ngemplak, Sleman Yogyakarta. Proses untuk menjadi individu resiliensi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung dalam hal ini dapat berupa dukungan orang-orang terdekat yaitu keluarga, lingkungan / komunitas dan dukungan dari dalam diri responden. Sedangkan faktor penghambat yang ditemukan adalah dapat berupa status ekonomi yang rendah, kecemasan mengenai masa depan, dan sulitnya responden untuk dapat memperbaiki mengembangkan kualitas diri. Responden dalam hal ini guru honorer terlihat lebih dominan memiliki faktor pendukung bagi pengembangan resiliensi dalam dirinya. Sedangkan dinamika psikologis atau proses resiliensi yang terjadi pada responden tersebut berlangsung secara subjektif dan berbeda diantara tiap responden Resiliensi yang terjadi pada tiap responden tersebut terdidasari oleh motif, perasaan responden, kekuatan mental dan keinginan untuk maju yang berbeda-beda di tiap responden. Komponen resiliensi yang dimiliki responden tersebut ada yang sama namun ada yang berbeda pula. Hal ini peneliti tampilkan untuk memberikan gambaran utuh proses resiliensi yang terjadi pada masing-masing responden.
Collections
- Psychology [1337]
