Studi penggunaan kalsium karbonat sebagai terapi terkait gangguan mineral tulang pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Sleman
Abstract
Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan pada struktur
maupun fungsi ginjal yang menetap lebih dari tiga bulan. Di Indonesia, PGK
termasuk penyakit katastropik dengan prevalensi sebesar 0,18% pada tahun 2023.
Gangguan mineral tulang (GMT) merupakan komplikasi yang sering terjadi pada
PGK, dengan prevalensi mencapai 81,6% dan dapat meningkatkan risiko fraktur
dan komplikasi kardiovaskular.
Tujuan: Untuk mengetahui penggunaan kalsium karbonat sebagai terapi terkait
GMT pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Sleman.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong
lintang menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien. Sampel penelitian
adalah pasien PGK berusia ≥ 18 tahun yang menjalani hemodialisis minimal satu
kali di RSUD Sleman periode 2024-2025. Data demografi, klinis, dan penggunaan
obat dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan disajikan dalam
bentuk tabel dan grafik.
Hasil: Sebanyak 196 pasien PGK yang menjalani hemodialisis memenuhi kriteria
penelitian. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (54,08%), berusia > 50 tahun
(64,80%), berpendidikan menengah (46,94%), dan bekerja pada sektor non formal
(70,41%). Hipertensi merupakan penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan pada
(94,90%) pasien. Sebagian besar pasien PGK yang menjalani hemodialisis (82,7%)
menerima terapi kalsium karbonat (CaCO3).
Kesimpulan: Gambaran terapi obat untuk penanganan GMT menunjukkan bahwa
kalsium karbonat merupakan satu-satunya terapi yang diresepkan, dengan
penggunaan pada 82,7% pasien selama periode penelitian.
Collections
- Pharmacy [2101]
