Analisis Pengungkapan Sustainable Procurement Berdasarkan ISO 20400 pada Sustainability Report APRIL Tahun 2024 (Studi Kasus PT Riau Andalan Pulp and Paper)
Abstract
PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) merupakan perusahaan manufaktur pulp
dan kertas dengan rantai pasok yang luas, sehingga aktivitas pengadaan memiliki peran
penting dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Sustainability Report
APRIL 2024 telah disusun dengan mengacu pada GRI Standards untuk mengungkapkan
kinerja keberlanjutan perusahaan. Namun, GRI Standards lebih berfokus pada pelaporan
keberlanjutan secara umum dan belum secara spesifik mengevaluasi pengungkapan
sustainable procurement berdasarkan tahapan pengadaan. Oleh karena itu, diperlukan
analisis berbasis ISO 20400 untuk menilai sejauh mana pengungkapan sustainable
procurement telah tercermin dalam laporan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat pengungkapan sustainable procurement pada PT RAPP berdasarkan
Sustainability Report APRIL 2024 dengan mengacu pada Key Performance Indicator
(KPI) ISO 20400 Klausul 7, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan
kelengkapan dan kualitas pengungkapan sustainable procurement. Metode yang
digunakan adalah content analysis dengan bantuan NVivo 15 untuk melakukan coding
dan pemetaan pengungkapan, kemudian dilanjutkan dengan scoring disclosure dan
substansi. Kategori yang masih memiliki gap dianalisis menggunakan fishbone diagram
dan Five Whys, sedangkan rekomendasi perbaikan disusun berdasarkan best practices
SCOR. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 pengungkapan sustainable
procurement yang tersebar pada enam kategori ISO 20400 Klausul 7. Kategori dengan
nilai tertinggi adalah Mengintegrasikan Persyaratan Keberlanjutan ke dalam Spesifikasi
(K3), dengan disclosure 87% dan substansi 93%. Sementara itu, kategori Meninjau dan
Mempelajari Kontrak (K6) memperoleh nilai terendah, yaitu 0% pada disclosure dan
substansi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengungkapan sustainable procurement PT
RAPP telah tergambar cukup baik pada aspek persyaratan keberlanjutan, sertifikasi,
audit, uji tuntas, dan pemantauan pemasok, tetapi masih memerlukan penguatan pada
prosedur teknis, analisis biaya siklus hidup, pengelolaan tender, rencana kontrak, akhir
masa pakai, dan pembelajaran pascakontrak.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
