Hubungan antara Konflik Pekerjaan-Keluarga dengan Burnout pada Ibu Pekerja: Melalui Work Engagement Sebagai Perantara
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan burnout pada ibu pekerja: melalui work engagement sebagai perantara. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah, pertama terdapat hubungan negative antara konflik pekerjaan keluarga dengan work engagement pada ibu pekerja. Kedua ada hubungan negatif antara burnout dengan work engagement pada ibu pekerja. Ketiga ada hubungan positif antara konflik pekerjaan-keluarga dengan burnout pada ibu pekerja, melalui work engagement sebagai perantara. Responden dalam penelitian ini adalah 45 orang karyawati atau tenaga kependidikan dari lima fakultas di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII). Pada penelitian ini menggunakan tiga skala, yakni: (a) Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga (27 aitem) yang mengacu pada aspek dari Grenhaus dan Beutell (1985) dengan a = 0,918, (b) Skala Work Engagement (16) diadaptasi dari UWES-17 yang mengacu pada aspek dari Schaufeli, Salanova, Gonzalez-Roma, dan Bakker (2002) dengan a = 0,930, dan (c) Skala Burnout (12) diadaptasi dari MBI yang mengacu pada aspek dari Maslach, Schaufeli, dan Leiter (2001) dengan a = 0,92. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa, (1) ada hubungan negatif antara konflik pekerjaan-keluarga dengan work engagement (R = -0,285; p = 0,029; p>0,01), yang berarti bahwa hipotesis pertama ditolak. (2) ada hubungan negatif yang signifikan antara work engagement dengan burnout (R = -0,418; p = 0,002; p<0,01), yang berarti bahwa hipotesis kedua diterima. (3) tidak ada hubungan positif antara konflik pekerjaan keluarga dengan burnout pada ibu pekerja, dengan work engagement sebagai perantara (R = 0,436; p = 0,002; p<0,01), yang berarti bahwa hipotesis ketiga diterima.
Collections
- Psychology [1337]
