Analisis Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Pemasangan Girder Menggunakan Crawler Crane dengan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) Studi Kasus: Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 1
Abstract
Peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia diikuti oleh meningkatnya angka
kecelakaan kerja. BPJS Ketenagakerjaan melaporkan bahwa pada tahun 2023 terjadi 370.747 kasus
kecelakaan kerja, yang menunjukkan bahwa aspek keselamatan kerja masih memerlukan peningkatan
dan pengawasan yang intensif. Salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi adalah erection
girder menggunakan crawler crane pada proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen. Oleh karena itu,
diperlukan analisis risiko untuk mencegah kecelakaan kerja, salah satunya melalui metode HIRADC (
Hazard identification, Risk Assessment, and Determining Control ). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian risiko pada pekerjaan
erection girder.
Penelitian ini menggunakan metode HIRADC yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko
dan penentuan pengendalian risiko. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan
wawancara dengan pihak terkait. Hasil analisis kemudian diverifikasi oleh Construction Engineer
sebagai ahli terkait.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 46 bahaya yang menghasilkan 68 risiko. Penilaian risiko
awal menunjukkan 32 risiko kategori besar (47,06%), 34 risiko sedang (50%) dan 2 risiko kecil (2,94%).
Setelah penerapan pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian, risiko besar menurun menjadi
0%, risiko sedang menjadi 38% (55,88%), dan risiko kecil menjadi 30 (44,12%). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penerapan pengendalian risiko mampu menurunkan tingkat risiko secara signifikan
pada pekerjaan erection girder.
Collections
- Civil Engineering [4889]
