Sintesis, Uji Aktivitas Antibakteri, dan Uji Toksisitas Nanocarrier AuNPs-Siprofloksasin terhadap Escherichia coli dan Extended-Spectrum Beta Lactamase (ESBL)
Abstract
Resistensi antibiotik yang semakin meningkat, khususnya pada bakteri Gram-
negatif penghasil extended-spectrum β-lactamase (ESBL) seperti Escherichia coli,
telah menjadi tantangan serius dalam terapi infeksi bakteri karena menurunkan
efektivitas antibiotik konvensional, termasuk siprofloksasin. Pengembangan sistem
penghantaran obat berbasis nanopartikel emas (AuNPs) merupakan salah satu
pendekatan yang berpotensi meningkatkan efektivitas antibiotik sekaligus
mempertahankan keamanan biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mensintesis, mengkarakterisasi, mengevaluasi aktivitas antibakteri, serta menilai
profil sitotoksisitas AuNPs–siprofloksasin terhadap E. coli ATCC 25922, ESBL,
dan sel MCF-10A. AuNPs disintesis menggunakan metode Turkevich melalui
reduksi HAuCl4 dengan natrium sitrat, kemudian dikonjugasikan dengan
siprofloksasin. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis,
particle size analyzer (PSA), zeta potential analyzer, Fourier Transform Infrared
Spectroscopy (FTIR), dan Field Emission Scanning Electron Microscopy
(FESEM), serta penentuan persentase entrapment efficiency (%EE). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa AuNPs–siprofloksasin memiliki puncak serapan
pada panjang gelombang 539 nm, ukuran partikel rata-rata 67,93 ± 0,67 nm, indeks
polidispersitas 0,17 ± 0,02, dan potensial zeta −29,6 ± 0,14 mV yang menunjukkan
stabilitas koloid yang baik. Analisis FTIR dan FESEM mengonfirmasi keberhasilan
konjugasi siprofloksasin pada permukaan AuNPs. Sistem AuNPs–siprofloksasin
memiliki entrapment efficiency sebesar 96% dan menunjukkan aktivitas antibakteri
yang lebih tinggi dibandingkan siprofloksasin bebas. Nilai MIC terhadap E. coli
menurun dua kali lipat dari 0,09 ppm menjadi 0,045 ppm setelah dikonjugasikan
dengan AuNPs. Analisis statistik menunjukkan bahwa jenis perlakuan dan
konsentrasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antibakteri
terhadap E. coli dan ESBL (p < 0,05). Pada uji difusi cakram, AuNPs–
siprofloksasin menghasilkan zona hambat yang secara signifikan lebih besar
dibandingkan siprofloksasin bebas (p < 0,05). Uji sitotoksisitas menunjukkan
bahwa konsentrasi dan lama paparan berpengaruh signifikan terhadap viabilitas sel
MCF-10A (p < 0,05), namun viabilitas sel tetap berada di atas 70% pada seluruh
konsentrasi yang diuji setelah 24 dan 48 jam paparan serta tidak ditemukan
perubahan morfologi sel yang signifikan.
Collections
- Master of Pharmacy [52]
