Studi Penggunaan Obat pada Pasien yang Mengalami Gagal Ginjal Akut di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping
Abstract
Latar belakang: Gagal Ginjal Akut (GGA) merupakan penurunan fungsi ginjal
secara mendadak yang dapat menimbulkan komplikasi dan memengaruhi luaran
pasien selama rawat inap.
Tujuan: Mengetahui profil karakteristik, profil terapi, luaran pasien, serta
hubungan karakteristik klinis dengan luaran pasien GGA di RS PKU
Muhammadiyah Gamping.
Metode: Penelitian observasional deskriptif analitik dengan rancangan potong
lintang retrospektif menggunakan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis
pasien GGA rawat inap periode 2024–2025. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit
lain dalam waktu kurang dari 48 jam setelah dinyatakan mengalami GGA
dikeluarkan dari penelitian. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan
Microsoft Excel dan secara bivariat menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Sebanyak 283 pasien memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas pasien
berjenis kelamin laki-laki (64,31%), lansia (66,43%), memiliki GGA sebagai
diagnosis sekunder (72,79%), dan memiliki komorbid (78,45%). Terapi yang paling
banyak digunakan adalah NaCl 0,9% (93,99%), ringer laktat (92,58%), furosemid
(74,56%), norepinefrin (48,41%), dan hemodialisis (42,40%). Sebanyak 67,49%
pasien keluar dalam keadaan hidup dan 32,51% meninggal selama rawat inap.
Lama rawat inap terbanyak adalah 5–9 hari (48,41%). Perawatan ICU berhubungan
dengan status pasien pada akhir rawat inap (p<0,001) dan lama rawat inap
(p=0,010). Jumlah obat juga berhubungan dengan status pasien pada akhir rawat
inap (p=0,032) dan lama rawat inap (p<0,001). Kategori diagnosis GGA dan
keberadaan komorbid tidak berhubungan signifikan dengan kedua luaran (p>0,05).
Kesimpulan: Profil terapi pasien GGA didominasi terapi suportif. Perawatan ICU
dan jumlah obat berhubungan signifikan dengan status pasien pada akhir rawat inap
dan lama rawat inap.
Collections
- Pharmacy [2101]
