Maternal Sensitivity pada Perempuan Rumah Tangga KDRT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami gambaran maternal sensitivity ibu yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Di samping itu, dalam penelitian ini juga ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi maternal sensitivity tersebut. Maternal sensitivity adalah kesediaan dan kesiapan ibu pada setiap waktu untuk merespon sinyal anak secara konsisten dan tepat dengan tingkat kontrol yang sesuai dan dapat berunding ketika ada suatu konflik (Ainsworth dalam Kemppinen, 2007). Responden penelitian melibatkan dua orang perempuan yang menjadi korban KDRT.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa maternal sensitivity korban KDRT tersebut dapat dikategorikan menjadi maternal sensitivity yang kuat dan maternal sensitivity lemah. Maternal sensitivity yang kuat di antaranya ditunjukkan ibu melalui penerimaan kehadiran anak, kooperatif, kontak fisik, empati, nurturance, cara pemenuhan kebutuhan anak ketika tidak ada biaya, harapan dan keinginan lain yang masih memikirkan nasib anak. Sedangkan, maternal sensitivity lemah ditunjukkan dengan cara penolakan kehadiran anak, pengabaian, interfering, dan agresivitas. Maternal sensitivity yang lemah dapat menimbulkan kelekatan tidak aman pada anak. Sedangkan, maternal sensitivity yang kuat berpengaruh pada kelekatan yang aman. Faktor-faktor maternal sensitivity sendiri di antaranya adalah dukungan sosial, perilaku anak, intensitas bertemu dengan anak, perilaku anak, kondisi dan karakteristik ibu serta nilai anak bagi ibu. Dalam penelitian ini juga diketahui bahwa dukungan sosial yang diperoleh ibu menjadi salah satu strategi coping sehingga ibu terbantu dalam proses memenuhi kebutuhan anak.
Collections
- Psychology [1337]
