Hubungan antara Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru Bahasa Jawa pada Siswa SMP Negeri 6 Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa dengan motivasi belajar bahasa Jawa pada siswa SMP Negeri 6 Yogyakarta. Hipotesis awal yang digunakan adalah ada hubungan positif antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa dengan motivasi belajar bahasa Jawa pada siswa SMP Negeri 6 Yogyakarta. Artinya, semakin tinggi persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa maka semakin tinggi motivasi belajar bahasa Jawa pada siswa SMP Negeri 6 Yogyakarta; sebaliknya semakin rendah persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa maka semakin rendah motivasi belajar bahasa Jawa pada siswa SMP Negeri 6 Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa siswi kelas IX SMP Negeri 6 Yogyakarta yang keseluruhan berjumlah 124 siswa dengan usia 12- 15 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode skala. Skala motivasi belajar bahasa Jawa mengacu pada teori dari Bandura (dalam Schunk&Pintrich, 1996) dan skala persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa mengacu pada teori Yamin dan Maisah (2010). Skala motivasi belajar bahasa Jawa berjumlah 37 aitem dengan indeks deskriminasi 0,324 sampai dengan 0,812 dan koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,930. Skala persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa berjumlah 40 aitem dengan indeks deskriminasi aitem mulai dari 0,309 sampai dengan 0,723 dan koefisien reliabilitas 0,915. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment pearson dengan dibantu program SPSS versi 16 for windows menunjukkan r = 0.507, p = 0.000 (p < 0.01). Hasil analisis data penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru bahasa Jawa dengan motivasi belajar bahasa Jawa pada siswa SMP Negeri 6 Yogyakarta.
Collections
- Psychology [1337]
