Pra-Rancangan Pabrik Melamine Proses BASF Kapasitas 65.000 Ton/Tahun
Abstract
Prarancangan Pabrik Melamin dengan kapasitas 65.000 ton/tahun ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan melamin dalam dan luar negeri. Pabrik ini direncanakan untuk didirikan di Kawasan Industri Singaraja, Bali. Bahan baku yang digunakan adalah urea prill sebesar 185.531,62 ton/tahun yang diperoleh dari PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kaltim. Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas dengan sistem organisasi line and staff. 186 orang karyawan bekerja sesuai dengan pembagian kerja dan jam kerjanya masing-masing 330 hari kerja dalam setahun dan dibagi menjadi karyawan shift dan non shift. Reaksi pembentukan melamin dari urea melalui dua tahap reaksi, tahap pertama dekomposisi urea menjadi asam isocyanat dan amonia, tahap kedua asam isocyanat berubah menjadi melamin dan karbondioksida. Pada proses ini reaksi berlangsung pada reaktor fluidized bed dengan menggunakan katalis alumina (Al2O3) yang beroperasi pada suhu 395 0C dan tekanan 3 atm dengan pemanas berupa molten salt. Konversi untuk reaksi ini adalah 95 %. Produk yang didapat berupa padatan kristal melamin. Unit penunjang proses antara lain unit penyediaan steam, penyediaan dan pengolahan air, pembangkit tenaga listrik, pengadaan bahan bakar, penyedia lelehan garam (molten salt ), penyedia udara tekan dan pengolahan limbah. Modal tetap atau Fixed Capital Investment yang digunakan untuk mendirikan pabrik adalah Rp 345.270.532.700,43 dengan modal kerja atau Working Capital sebesar Rp 60.660.725.325,85. Biaya produksi yang diperlukan sebesar Rp 189.681.406.094,84. Analisa ekonomi memperlihatkan bahwa keuntungan sesudah pajak ( profit on sales after tax ) adalah 9,79 % dengan Return on Investment ( ROI ) setelah pajak 38,66 %. Pay out Time ( POT ) adalah 5,36 tahun. Kondisi Break event Point ( BEP ) pada nilai 41,49 % kapasitas produksi, sedangkan Shut Down Point (SDP) pada nilai 24,37 %. Discounted cash flow dalam perancangan adalah 18,70 % sedangkan bunga bank untuk deposito jangka panjang adalah 10,5 %. Berdasarkan evaluasi ekonomi pabrik melamin ini cocok untuk di kaji lebih lanjut.
Collections
- Chemical Engineering [1392]
