Penerapan Metode Six Sigma dengan Konsep DMAIC sebagai Alat Pengendali Kualitas Kayu Lapis (Studi Kasus: CV Sinar Albasia Utama, Yogyakarta)
Abstract
CV Sinar Albasia Utama adalah perusahaan yang bergerak di pembuatan kayu lapis tujuan utamanya adalah memproduksi keluar negri dan dalam negri. Berdasarkan hasil survei yang saya teleiti masih ada beberapa produk cacat seperti cacat busuk, retak, pecah, tidak rata dan celah. Oleh karena itu perlu adanya upaya perbaikan dan peningkatan perbaikan agar perusahaan meminimalisir produk yang cacat. Salah satu model perbaikan dengan peningkatan kualitas untuk mengurangi produkcacat adalah dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Data yang diamil dalam penelitian ini berupa data atribut dan variabel yang dimana data atribut meliputi jenis cacat, jumlah produksi dan data inspeksi sedangkan data variabel mengukur panjang, lebar dan tebal pada kayu lapis dengan satuan cm pada panjang dan lebar, mm pada tebal kayu lapis. Pada tahap difine menggunakan diagram SIPOC (Supplier-input-proces-Output-costumer) dan peta aliran proses. Tahap measure digunakan untuk menentukan beberapa karakteristik cacat produk CTQ (Critical To Quality) dan menghitung nilai DPMO dan sigma. Tahap Analyze yaitu menentuka stabilitas dan kapabilitas proses yang terjadi pada kayu lapis dengan uji hipotesis chi kuadrat dan keterkendalian proses dengan peta kendali p dan peta kendali rata-rata. Analisis cacat terbesar menggunakan diagram pareto dan diagram fishbone digunakan untuk menganalisis sumber dan akar penyebab kecacatan produk. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan presentase cacat paling besar yaitu tidakratanya pada kayu lapis sebesar 26% hasil DPMO 23.860,9 dan tingkat sigma 3,479. Berdasarkan diagram pareto penyebab kecacatan adalah metode kerja, mesin pengepresan dan bahan baku. berdasarkan metode six sigma usulan perbaikan bagi perusahaan untuk mengurangi kecacatan produk kayu lapis diharapkan pihak perusahaan khususnya bagian QC (Quality Control) melakukan kontrol terus menerus dan pengawasan secara berkala terhadap kualitas dari produk kayu lapis dan kinerja operator agar dapat meningkatkan level sigma perushaan ke level yang lebih baik dari sebelumnya.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
