Analisis Pengukuran Tingkat Sigma dalam Upaya Meminimasi Jumlah Produk Cacat dengan Pendekatan Metode Six Sigma (Studi Kasus pada CV Sinar Albasia Utama)
Abstract
CV. Sinar Albasia Utama adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kayu, dengan produk yang dihasilkan adalah kayu lapis (barecore). Produk yang dihasilkan di ekspor ke China dan Taiwan. Dengan hasil jumlah produksi sebesar 681959 unit produksi dan jumah total cacat produk sebesar 21200 unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode six sigma, penggunaan metode six sigma digunakan untuk mengetahui nilai tingkat sigma di CV. Sinar Albasia Utama untuk mengetahui posisi suatu perusahaan itu berada pada kualitas level berapa sehingga membantu perusahaan dalam menganalisa dan mengevaluasi proses produksi perusahaan dan upaya memperbaiki kinerja proses agar kualitas produk barecore menuju tingkatan level sigma yang disarankan. tahapan penelitian ini menggunakan tahap DMAIC, yaitu Define (Definisi), Measure (Pengukuran), Analyze (Analisis), Improve (Perbaikan), Control (Kontrol). Nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) produk dalam 1 tahun terakhir didapatkan sebesar 7771,73 dengan 4 Critical-to-Quality (CTQ) antara lain barecore terdapat corpiece busuk (34,28%), barecore tidak rata (25,29%), barecore tidak kuat (22,81%), dan barecore ukuran dibawah toleransi (17,63%). Hasil dari pengukuran di CV. Sinar Albasia Utama berdasarkan hasil perhitungan DPMO dan tabel konversi DPMO ke sigma menunjukkan perusahaan berada pada level sigma 3,92 yang artinya perusahaan tersebut dikategorikan masih berada pada tingkat rata- rata industri Indonesia.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
