Analisis Postur Kerja dan Tingkat Risiko Cedera Musculoskeletal pada Stasiun Kerja Kritis di Subur Ceramics Yogyakarta
Abstract
Perusahaan yang memiliki pekerjaan manual, cidera otot merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering terjadi saat bekerja. Di Subur Ceramics Yogyakarta masih melakukan aktivitas kerja dengan proses manual dan teridentifikasi postur kerja operator memiliki potensi menimbulkan cidera. Dari kuesioner Nordic Body Map diketahui keluhan yang dirasakan pekerja pada bagian punggung sebesar 88%, lutut sebesar 80%, lengan atas sebesar 75%, dan bahu kanan sebesar 70% dari 15 pekerja. Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) digunakan untuk mengevaluasi dan menganalisa sikap kerja sehingga diperoleh kategori dan rekomendasi metode kerja yang baru. Untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya cidera otot yang dapat menimbulkan efek berbahaya yaitu menggunakan metode Plan for Identifiering av Belastningsfaktorer (PLIBEL). Untuk menentukan stasiun kerja kritis yaitu dengan menggunakan Nordic Body Map. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa postur kerja dan gambaran tingkat risiko cidera musculoskeletal pada stasiun kerja kritis. Persentase terjadinya risiko cidera otot paling tinggi pada stasiun kerja pengolahan bahan baku berdasarkan dari hasil perhitungan PLIBEL Checklist adalah pada bagian siku, lengan bawah, dan tangan. Berdasarkan dari analisa penilaian postur kerja menggunakan OWAS diperoleh kategori aksi yang paling tinggi adalah pada kegiatan memindahkan keranjang yang berisi tanah ke penumbuk otomatis yaitu kategori aksi 4 yang menunjukkan sikap ini sangat berbahaya pada sistem musculoskeletal.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
