Evaluasi Efektivitas Inhalasi Kombinasi Budesonid-Formoterol terhadap Kejadian Eksaserbasi Pasien Asma di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Asma merupakan salah satu penyakit saluran nafas yang banyak dijumpai, baik pada anak-anak maupun dewasa. Kejadian kekambuhan pada penyakit asma mempunyai pengaruh terhadap berbagai aspek khusus, seperti peningkatan biaya kesehatan, risiko perawatan di rumah sakit bahkan kematian. Kortikosteroid inhalasi merupakan salah satu obat pengontrol untuk menurunkan frekuensi kekambuhan asma sehingga dapat memperbaiki faal paru. Obat ini dapat dikombinasikan dengan β-2 agonis aksi panjang seperti formoterol dan diberikan secara inhalasi. Kombinasi kedua obat ini mampu mengontrol dan mengurangi eksaserbasi pada pasein asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan kombinasi inhalasi kortikosteroid budesonid- formoterol terhadap kejadian eksaserbasi pasien asma di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien asma di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama bulan Januari 2010-Desember 2013 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien asma yang menggunakan inhalasi kombinasi budesonid formoterol sebanyak 54 pasien. Dosis inhalasi kombinasi budesonid formoterol yang diberikan 160/4.5μg (100%) dengan frekuensi pemberian 2x2 hirupan. Dari 54 pasien, 28 pasien (51.85%) tidak mengalami eksaserbasi dan 26 pasien (48,15%) masih mengalami eksaserbasi. Dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa rutinitas mendapatkan peresepan inhalasi kombinasi budesonid formoterol selama 3 bulan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tidak berpengaruh signifikan (p 0.103) terhadap jumlah kejadian eksaserbasi pasien asma.
Collections
- Pharmacy [2101]
