Evaluasi Efektivitas Sediaan Inhaler FDC Salmeterol-Flutikason serta FDC Salmeterol-Flutikason Ditambah Inhaler Tiotropium terhadap Frekuensi Eksaserbasi Pasien PPOK di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Perkiraan kematian pasien rawat inap akibat eksaserbasi pada PPOK berkisar dari 4%-30%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan kombinasi inhaler fixed dose combination (FDC) salmeterol-flutikason dan pengaruh penggunaan tiotropium terhadap frekuensi eksaserbasi pasien PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional retrospektif. Penelitian dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dari bulan Maret-Mei 2014. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Frekuensi eksaserbasi pada pasien PPOK dalam penelitian ini dilihat dari peresepan kortikosteroid oral, β-2 agonis aksi pendek, dan antibiotik. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perhitungan persentase yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis menggunakan SPSS dengan nonparametric chi-square. Penggunaan inhaler FDC salmeterol-flutikason di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta secara keseluruhan diberikan dosis diskus 250 μg (salmeterol 50 μg + flutikason 250 μg) dengan frekuensi pemberian 2x1 hirupan. Dari total 23 pasien PPOK yang menggunakan terapi pemeliharaan salmeterol-flutikason selama 6 bulan, efektivitas terapi dilihat dari frekuensi eksaserbasi memberikan hasil efektif (tidak terjadi eksaserbasi) sebesar pasien 65,2% dan tidak efektif (terjadi eksaserbasi) sebesar 34,8%. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan inhalasi inhaler FDC salmeterol- flutikason tunggal dibandingkan penggunaan inhaler FDC salmeterol-flutikason kombinasi inhaler tiotropium dianalisis dengan menggunakan uji nonparametric Chi-Square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,680 (p > 0,05).
Collections
- Pharmacy [2101]
