Hubungan Antara Kepadatan Lalu Lintas dengan Konsentrasi PM2,5, PM10 dan TSP di Kawasan Kota Yogyakarta
Abstract
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Yogyakarta berpengaruh terhadap penurunan kualitas udara di Kota Yogyakarta. Asap dari kendaraan bermotor tersebut dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalu lintas terhadap konsentrasi PM2,5, PM10 dan TSP di kawasan Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan di sembilan titik kawasan Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel PM2,5 dan PM10 menggunakan alat E- Sampler, pengambilan sampel TSP menggunakan HVAS, pengambilan sampel kepadatan lalu lintas dilakukan pada pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari yang dilakukan masing-masing 1,5 jam untuk mewakili jumlah kendaraan bermotor dalam satu hari. Sedangkan untuk pengambilan sampel meteorologi menggunakan alat weather link. Pengukuran kepadatan lalu lintas total untuk sepeda motor tertinggi pada lokasi Simpang Empat Wirobrajan dengan jumlah 35.038 unit, untuk jenis light vehicle terjadi di Jalan Solo (Saphir Square) dengan jumlah 7.437 unit, dan untuk jenis heavy vehicle terjadi pada pagi hari dan terdapat di Simpang Empat Wirobrajan dengan jumlah 552 unit. Konsentrasi PM2,5, PM10 dan TSP tertinggi di lokasi Simpang Empat Gedong Tengen, sebesar 52,122 μg/ Nm3 untuk PM2,5, 45,355 μg/Nm3 untuk PM10 dan 267,963 μg/Nm3 untuk TSP. Untuk pemantauan konsentrasi PM2,5 dan PM10 tidak terdapat nilai konsentrasi yang melebihi BMUA. Sedangkan untuk TSP terdapat satu lokasi yang konsentrasi pencemarnya telah melebihi dari BMUA dan merupakan konsentrasi tertinggi pada penelitian ini untuk parameter TSP, yaitu terjadi pada Simpang Empat Gedong Tengen. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara kepadatan lalu lintas terhadap konsentrasi PM2,5, PM10 dan TSP di kawasan Kota Yogyakarta. Sedangkan untuk hubungan kepadatan lalu lintas khususnya kendaraan jenis heavy vehicle terhadap konsentrasi PM2,5 dan PM10 terdapat hubungan yang kuat. Untuk hubungan kepadatan lalu lintas khususnya kendaraan jenis heavy vehicle terhadap konsentrasi TSP menunjukkan hubungan yang cukup.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
