Pengaruh Campuran Arang Kayu Variasi 15%, 20%, 25%, 30% Diameter 4,75 – 9,5 mm Terhadap Sifat-Sifat Fisik dan Mekanik Batu Bata Merah
Abstract
Sejak jaman kolonial belanda, di Indonesia sudah membudaya penggunaan batu bata merah sebagai bahan konstruksi dinding, baik itu rumah tinggal sederhana maupun bangunan bertingkat. Bata merah dengan pencampuran arang kayu diharapkan dapat menghasilkan bata merah yang ringan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh sifat-sifat fisik dan mekanik salah satu bahan penyusun dinding yang sudah sangat populer, yaitu bata merah. Pada penelitian ini digunakan bata merah yang berasal dari Dusun Kwagon Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta dengan variasi campuran arang kayu 15%, 20%,25% dan 30%.. Ukuran arang kayu yang digunakan yaitu 4,75mm sampai 9,5mm. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan jenis batu bata baru yang lebih ringan, dalam hal ini batu bata, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memilih bata yang baik dalam arti selain ringan juga mempunyai kekuatan yang memenuhi standar sebagai material penyusun dinding, serta ditemukan dan diperkenalkannya bata-bata jenis baru sebagai bahan bangunan kepada masyarakat khususnya, serta para praktisi pada umumnya. Dari penelitian dapat diketahui sifat-sifat fisik bata merah dengan campuran arang kayu antara lain dimensi bata merah dengan campuran arang kayu relatif seragam, termasuk dalam golongan bata merah berat, memiliki daya serap air yang kurang baik, dan mempunyai kadar garam rendah. Sifat-sifat mekanik bata merah dengan campuran arang kayu antara lain mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 55,39kg/cm2, dengan kuat tekan terbesar pada penambahan variasi arang kayu 20% sebesar 87,25 kg/cm2, modulus of rupture rata-rata sebesar 1,94 kg/cm3 , dengan kuat tekan terbesar pada penambahan variasi arang kayu 15% sebesar 2,29 kg/cm3 , kuat lekat rata-rata sebesar 0,332 kg/cm2, dengan kuat lekat terbesar pada penambahan variasi arang kayu 15% sebesar 0,425 kg/cm2.
Collections
- Civil Engineering [4889]
