Eksplorasi Rancangan Hunian Permanen Pasca Erupsi Merapi 2010 Berbasis Aspirasi Masyarakat Warga Dusun Kalitengah Kidul Sebagai Studi Kasus
Abstract
Status Indonesia sebagai negara yang sering dilanda bencana sampai saat ini status itu belum hilang. Bukti nyata sebagai salah satu contoh bencana di Indonesia adalah erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010. Erupsi ini mengakibatkan dampak hancurnya pemukiman yang berada si lereng Merapi. Secara Otomatis pemenuhan kebutuhan utama bagi pengungsi adalah pengadaan hunian permanen yang nantinya akan direlokasi ke area yang baru. Prinsip bangunan tanggap bencana menjadi landasan dasar dalam tahap penanganan masalah ini. Pertimbangan area relokasi serta wujud hunian menitikberatkan pada aspirasi warga Kalitengah Kidul sebagai studi kasus. Namun hingga saat ini yang diinginkan oleh warga masih bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah. Dengan menampung aspirasi masyarakat melalui observasi langsung, interview warga, serta eksplorasi baik perencanaan kawasan maupun hunian yang dilakukan sebagai rekomendasi untuk eksplorasi rancangan hunian permanen pasca erupsi Merapi 2010. Konsep yang merespon terhadap bencana erupsi Merapi lebih melihat keadaan atau kondisi yang diselaraskan oleh kemampuan bantuan pada pengungsi, karena cukup mustahil bila pengadaan hunian (shelter) diberikan langsung secara utuh. Oleh karena itu hunian yang dimaksud adalah hunian yang dapat tumbuh dan pengembangan bangunannya dari warga sendiri.
Collections
- Architecture [4119]
