Studi Karakteristik Sampah Rumah Makan di Kabupaten Sleman
Abstract
Seiring dengan banyaknya turis yang berkunjung dan pelajar yang menimba ilmu di Yogyakarta, banyak pula bermunculan rumah makan baik skala kecil,sedang maupun skala besar. Sehingga secara tidak langsung rumah makan memiliki kotribusi dan potensi yang cukup besar bagi pemerintah setempat, hal ini dikarenakan rumah makan menjadi salah satu poin penting dalam menarik wisatawan. Hal lain yang harus diperhatikan dari fasilitas rumah makan ini adalah potensi sampah yang dihasilkan, seberapa besar sampah tersebut bisa dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomis. Maksud dari penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah mengetahui karakteristik, komposisi dan besar volume sampah yang dihasilkan dari sampel rumah makan kecil, rumah makan sedang dan rumah makan besar. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994, dengan lama pengambilan sampel sampah selama enam hari pada waktu yang bersamaan. Volume komposisi sampah dari rumah makan Tuban yang paling tinggi adalah sampah plastik bening sebesar 15.91 liter/hari, Sedangkan volume yang paling kecil adalah sampah kertas karton sebesar 1.70 liter/hari. Untuk rumah makan Bujang Sulung volume sampah yang paling tinggi adalah sampah sisa sayuran sebesar 21.33 liter/hari sedangkan volume sampah yang paling kecil adalah sampah plastik bening sebesar 1.17 liter/hari. Sedangkan pada rumah makan Sederhana volume sampah yang paling tinggi adalah sampah sisa potongan ayam sebesar 23.28 liter/hari sedangkan volume sampah yang paling kecil adalah sampah sisa buah sebesar 7.37 liter/hari. Pemasalahan sampah yang terdapat pada tiga lokasi penelitan ini dibutuhkan sebuah konsep pengelolaan sampah yang berupa pemetaan potensi sampah itu sendiri dan adanya sebuah kebijakan untuk menciptakan rumah makan yang berwawasan lingkungan.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
