Museum Karst di Pegunungan Sewu dengan Penekanan Geowisata
Abstract
Pulau Jawa memiliki kawasan karst yang cukup spesifik yaitu karst Pegunungan Sewu, dimana bentukan bukit-bukit seperti cawan terbalik (cone hill) dan kerucut (conical hill) begitu sempurna dengan lembah- lembahnya. Bukit merupakan residu erosi dan lembahnya adalah merupakan daerah dimana terjadi erosi aktif dari dulu sampai sekarang. Bagian-bagian depresi atau cekungan merupakan titik terendah dan menghilangnya air permukaan ke bawah permukaan. Erosi memperlebar struktur, kekar, dan membentuk gua-gua, baik vertikal maupun horisontal. Keberadaan kawasan karst tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi wisata. Selain keindahan alam perbukitan maupun pesisir selatan Pulau Jawa dengan batuan yang khas, keberadaan beberapa gua pun memikat wisatawan. Dengan segala keunikan dan nilai ilmiah yang terkandung pada karst, tidaklah berlebihan jika kawasan karst sangatlah potensial untuk dikembangkan sebagai geowisata. Pengembangan wilayah karst sebagai kawasan wisata juga potensial untuk mengurangi penambangan karst yang kini semakin marak. Tetapi masyarakat juga memerlukan pengetahuan yang lebih untuk mengetahui apa saja ilmu yang ada untuk kawasan karst ini. Maka masyarakat memerlukan suatu wadah tempat untuk dapat mengetahui ilmu tersebut tanpa merusak kawasan tersebut. Sehingga pemerintah pun ikut andil untuk menindaklanjuti penanganan konservasi dan pengendalian kerusakan lingkungan di kawasan karst pegunungan Sewu tersebut. Lewat Museum karst ini para pengguna dapat mengetahui ilmu pengetahuan tentang kawasan karst. Di museum karst ini juga terdapat kegiatan penelitian. Untuk menunjang itu semua, disinipun ada wisata edukatif menuju gua wisata sehingga masyarakat pun ikut bersama menjaga gua- gua yang ada yaitu dengan geowisata.
Collections
- Architecture [4119]
