Persepsi Pemberian Bonus Terhadap Motivasi Kerja Karyawan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis apakah ada hubungan antara persepsi pemberian bonus terhadap motivasi kerja karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi pemberian bonus dengan motivasi kerja karyawan. Semakin positif persepsi terhadap pemberian bonus, maka semakin tinggi motivasi kerja karyawan. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap pemberian bonus, maka semakin rendah motivasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan bagian marketing KSP Bhakti Mandiri. Subjek penelitian berjumlah 52 karyawan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala motivasi kerja yang berjumlah 45 aitem dengan koefisien alpha sebesar 0.966, yang mengacu pada aspek motivasi kerja yang dikemukakan oleh Vroom (Winardi, 2001) dan skala persepsi pemberian bonus yang mengacu pada aspek-aspek persepsi menurut Walgito (2004) yang dikaitkan dengan dimensi pemberian bonus yaitu keadilan pemberian bonus, beban kerja, pelaksanaan pekerjaan. Jumlah aitem sebanyak 24 aitem, dengan koefisien alpha sebesar 0.909. Sebaran data subjek untuk motivasi kerja dan persepsi pemberian bonus menunjukkan sebaran data normal (K-SZ = 0.637; p = 0.812) dan (K-SZ= 1.632; p = 0.10). Persepsi pemberian bonus dan motivasi kerja menunjukkan sebaran data tidak linear (F = 2.667; p = 0.110). Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik product moment dari Pearson menunjukkan korelasi sebesar r = 0.235 dengan nilai p = 0.05 yang artinya hubungan positif yang signifikan antara persepsi pemberian bonus terhadap motivasi kerja karyawan. Hipotesis diterima.
Collections
- Psychology [629]
