Hubungan Adversity Quotient dan Kecendrungan Burnout pada Mahasiswa yang Bekerja
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara Adversity Quotient dan Kecenderungan Burnout pada Mahasiswa yang Bekerja. Hipotesa penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara Adversity Quotient dan Kecenderungan Burnout. Semakin tinggi Adversity Quotient semakin rendah Kecenderungan Burnout yang akan timbul. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang bekerja yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan rentang usia 18 tahun sampai 26 tahun sebanyak 80 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Adversity Quotient dan Skala Burnout. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 11,00 for Windows diperoleh hasil bahwa besarnya koefisien korelasi (r) antara Adversity Quotient dengan Kecenderungan Burnout adalah ry=- 0,572 dengan p=0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara Adversity Quotient dan Kecenderungan Burnout pada mahasiswa yang bekerja. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Collections
- Psychology [536]
