Hubungan antara Persepsi terhadap Pelaksanaan Reorganisasi di Masa Otonomi Daerah dengan Motivasi Kerja pada Pegawai PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi di masa otonomi daerah dengan motivasi kerja pada pegawai PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi di masa otonomi daerah dengan motivasi kerja pada pegawai PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau. Subyek yang digunakan penelitian ini berjumlah 60 pegawai yang berkedudukan di PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau. Teknik pengambian subyek dengan teknik purposive sampling, yaitu suatu teknik pengambilan sampel (anggota-anggota sampel) berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan terlebih dahulu. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment Pearson untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi dengan motivasi kerja. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan yang positif antara antara persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi dengan motivasi kerja yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi product moment Pearson sebesar Txy= 0,631 (p=0,01), sehingga dapat diartikan semakin tinggi persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi maka semakin tinggi pula motivasi kerja pekawai PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau, sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi maka semakin rendah pula motivasi kerja pegawai PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau. Sumbangan efektif persepsi terhadap terhadap pelaksanaan reorganisasi terhadap motivasi kerja sebesar 39,8%. Hal tersebut berarti tinggi rendahnya motivasi kerja pegawai dipengaruhi oleh persepsi terhadap pelaksanaan reorganisasi, dimana persepsi terhadap reorganisasi mempunyai peranan sebesar 39,8% terhadap motivasi kerja pegawai PEMKO Tanjungpinang Kepulauan Riau.
Collections
- Psychology [2602]
