Koordinasi Sinyal Antar Simpang Jalan Sultan Agung Yogyakarta (Coordination of Traffic Light Signals on Sultan Agung Street Yogyakarta)
Abstract
Ruas Jalan Sultan Agung yang terletak di pusat Kota Yogyakarta tidak lepas dari permasalahan lalu lintas. Pada ruas Jalan Sultan Agung terdapat tiga simpang yang berada dalam jarak 420 meter. Jarak simpang yang pendek dan banyaknya volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut akan menimbulkan masalah. Permasalahan yang terjadi dikarenakan belum adanya koordinasi sinyal antar simpang pada Jalan Sultan Agung tersebut yang mengakibatkan kemacetan pada saat jam sibuk. Maka dari itu, diperlukan alternatif perbaikan koordinasi sinyal antar kedua simpang untuk mengatasi kemacetan pada saat jam sibuk. Dalam penelitian ini, digunakan mikrosimulasi lalu lintas dengan software VISSIM untuk melakukan analisis tundaan pada kondisi eksisting dan perancangan koordinasi sinyal. Data primer dikumpulkan dengan melakukan survei langsung di lapangan, untuk mendapatkan volume kondisi eksisting periode jam puncak dan periode jam lengang yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dengan memperhatikan teori koordinasi. Dari hasil analisis, diketahui bahwa kedua simpang pada ruas Jalan Sultan Agung belum terkoordinasi dengan baik. Rute dari Barat-Timur dengan tundaan rata-rata sebesar 43 detik, waktu tempuh rata-rata sebesar 73 detik dan kecepatan perjalanan rata-rata sebesar 21 kilometer/jam dengan tingkat pelayanan E untuk periode jam puncak. Untuk itu, dilakukan beberapa perancangan untuk melakukan koordinasi sinyal antar simpang pada kedua simpang tersebut, dengan cara menentukan waktu siklus baru yang sama untuk semua simpang. Dari tiga perancangan periode jam puncak, didapatkan alternatif terbaik dengan waktu siklus baru sebesar 156 detik dengan nilai tundaan rata-rata sebesar 9 detik, nilai waktu tempuh dari Simpang 1 menuju ke Simpang 2 (arah Barat–Timur) sebesar 38 detik, kecepatan perjalanan rata-rata 40 kilometer/jam dengan tingkat pelayanan B. Nilai waktu tempuh dari Simpang 2 menuju ke Simpang 1 (arah Timur–Barat) sebesar 42 detik, tundaan sebesar 17 detik, kecepatan perjalanan rata-rata 36 kilometer/jam dengan tingkat pelayanan C. Untuk periode jam lengang, dari hasil analisis didapat tundaan rata-rata sebesar 12 detik, waktu tempuh rata-rata sebesar 36 detik dan kecepatan rata-rata sebesar 42 kilometer/jam dengan tingkat pelayanan B. Dari tiga perancangan periode jam lengang, didapatkan alternatif terbaik dengan waktu siklus baru sebesar 107 detik dengan nilai tundaan rata-rata sebesar 4 detik, nilai waktu tempuh dari Simpang 1 menuju ke Simpang 2 (arah Barat–Timur) sebesar 28 detik, kecepatan perjalanan rata-rata 54 kilometer/jam dengan tingkat pelayanan A. Nilai waktu tempuh dari Simpang 2 menuju ke Simpang 1 (arah Timur–Barat) sebesar 29 detik, tundaan sebesar 4 detik, kecepatan perjalanan rata-rata 52 kilometer/jam dengan tingkat pelayanan A.
Collections
- Civil Engineering [4800]
