Analisis Benzene, Toluene, Ethylbenzene, dan Xylene (BTEX) dalam Sampel Air Tanah di Sekitar SPBU X Kota Yogyakarta
Abstract
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM), keberadaan SPBU sangat mudah dijumpai di lingkungan. Keberadaan SPBU dapat menjadi ancaman bagi pencemaran air tanah akibat kebocoran underground storage tank oleh senyawa hidrokarbon penyusun bahan bakar, dintaranya benzena, toluena, etilbenzena dan xilena (BTEX). BTEX menjadi senyawa yang keberadaannya sangat penting untuk diketahui karena resiko bahaya yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran konsentrasi BTEX yang mencemari air tanah pada sumur warga di sekitar SPBU dan mengkategorikan pencemaran air tanah oleh BTEX. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimasi HS-GC-MS, uji linearitas dan LOD LOQ,, serta analisis sampel air tanah. Hasil optimasi HS-GC-MS berupa metode waktu retensi dan m/z yang digunakan untuk analisis sampel air tanah. Konsentrasi senyawa benzena, toluena, ethylbenzena, p-xylena, o-xylena dan m-xylena dalam sampel air tanah pada titik sampling 1 berturut turut adalah 9,368 ppb; 0,340 ppb; 1,014 ppb; 2,507 ppb; 25,631 ppb; 3,008 ppb. Pada titik sampling 2 berturut turut adalah tidak terdeteksi; tidak terdeteksi; 0,064 ppb; 1,125 ppb; 23,365 ppb; 7,397 ppb. Pada titik sampling 3 berturut turut adalah 11,509 ppb; 0,347 ppb; 0,688 ppb; 0,724 ppb; 24,033 ppb; 7,478 ppb. Pada titik sampling 4 berturut turut adalah tidak terdeteksi; 0,375 ppb; 0,688 ppb; 0,679 ppb; 23,541 ppb; 4,471 ppb. Pada titik sampling 5 berturut turut adalah tidak terdeteksi; 0,686 ppb; 0,008 ppb; 0,249 ppb; tidak terdeteksi; 2,845 ppb. Pada titik sampling 6 berturut turut adalah tidak terdeteksi; 0,686 ppb; 0,008 ppb; 0,249 ppb; tidak terdeteksi; 2,845 ppb.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
